Pelaku memegang alat bukti saat Press Rilis, Foto: Panji Putra P

Telisik.co, Bengkulu – Tim Pemberantasan BNNP Bengkulu berhasil menangkap 5 (lima) orang pelaku penyalahgunaan Narkotika Golongan I jenis shabu. Dari tangan pelaku team mendapatkan 8 (delapan) paket shabu, Kamis (30/9/2021).

Berawal dari adanya laporan masyarakat kepada Tim Pemberantasan BNNP Bengkulu tentang adanya salah satu rumah warga di Perumahan Graha Mas, Kelurahan Surabaya, Kecamatan Sungai Serut, Kota Bengkulu, sedang melaksanakan pesta Narkotika jenis Shabu.

Mendapat informasi tersebut Tim yang dipimpin oleh Kasi Intelijen Bidang Pemberantasan BNNP Bengkulu AKP Eka Candra SH., MH langsung bergerak menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan setelah dilakukan pengecekan pada rumah yang dicurigai ternyata benar bahwa di dalam rumah tersebut terdapat 3 (tiga) orang yang sedang melakukan pesta Narkotika jenis shabu, dari penggerbekan tersebut tim mengamankan HK yang bekerja sebagai Swasta, ST yang bekerja sebagai Swasta dan MM bekerja sebagai ASN salah satu Dinas di Seluma, saat ini ketiga nya merupakan warga Kota Bengkulu.

Dari keterangan ke tiga orang tersebut bahwa barang bukti berupa Narkotika jenis shabu yang mereka gunakan tersebut milik HK dan dari pengakuan HK bahwa ia mendapatkan shabu dengan cara membeli dari seseorang yang bernama DA yang bertempat tinggal di Jalan Sumas Raya, Perum Impian Perdana No 25, Rt 048, Rw 009, Kelurahan Kandang Mas, Kecamatan Kampung Melayu Kota Bengkulu.

“Mendapat keterangan tersebut lalu Tim bergerak untuk melakukan penangkapan terhadap DA dan sekira pukul 16.00 Wib tim berhasil menangkap DA dari kediaman DA tim berhasil mengamankan Barang bukti berupa 3 (tiga) paket Narkotika Gol I jenis shabu. Dari hasil interogasi Tim terhadap DA, Ia membenarkan telah menjual narkotika Golongan I jenis shabu kepada HK,” ungkap Kepala BNNP Bengkulu Supratman.

Selain itu dari pengakuan DA pada hari yang sama ia juga menjual Narkotika jenis shabu kepada SP sebanyak 8 (delapan) paket atas keterangan tersebut tim kembali melakukan penangkapan terhadap SP dan benar saja bahwa shabu yang dijual DA kepada SP masih berada ditangan SP.

Dari keterangan DA yang juga merupakan pengedar Narkoba wilayah Kota Bengkulu bahwa ia menjalankan bisnis narkotika jenis shabu tersebut sejak 1(satu) bulan yang lalu dimana shabu tersebut Ia beli dari seseorang bandar bemama AN masih dalam pengejaran.

Dari hasil kegiatan penangkapan tersbut Tim Pemberantasan BNNP Bengkulu yang dipimpin oleh AKP Eka Candra SH.,MH berhasil mengamankan tersangka sebanyak 5 (lima) orang dan barang bukti berupa: 11(sebelas) paket yang diduga berisi Narkotika Golongan I jenis shabu seharga Rp.3.000.000,-(tiga juta rupiah), 1(satu) unit hand phone merk Xiaomi, 1 (satu) unit Timbangan Digital, 1(satu) unit hand phone merk Redmi, 2 (dua) Pack Plastik Bening untuk paket sabu, 2 (dua) set alat hisap sabu.

Untuk saat ini kelima tersangka dan barang bukti tersebut sudah diamankan di kantor BNNP Bengkulu untuk diproses lebih lanjut. Ke 5 tersangka ini akan dijerat dengan pasal yang disangkakan yakni pasal 114 ayat (1) subsider pasal 112 ayat (1) Undang undang No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Selanjutnya Pasal 114 Ayat (1) : Setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar atau menyerahkan Narkotika Golongan I, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 5 (lima) thun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp.1.000.000.000, (satu milyar rupiah) dan paling banyak Rp.10.000.000.000,00 (sepuluh milyar rupiah).

Lalu Pasal 112 Ayat (1): Setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyedikan Narkotika Golongan I bukan tanaman, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 4 (empat) tahun dan paling lama 12 (dua belas) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp.800.000.000,00 (delapan ratus juta rupiah) dan paling banyak Rp.8.000.000.000,00 (delapan miliar rupiah).

Pewarta: Panji Putra Pradana
Editor: Panji Putra Pradana