27.4 C
Indonesia
Jumat, Agustus 12, 2022

Aksi Perempuan Tangguh Pasar Seluma Dibubarkan APH

Telisik.co, Bengkulu – Sekitar pukul 11.00 Wib aparat Kepolisian Polres Seluma datang ke lokasi tenda penolakan penambangan pasir besi yang didirikan oleh Warga Pasar Seluma, Kecamatan Seluma Selatan, Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu. Aparat menghimbau warga yang bertahan di dalam tenda penolakan tambang pasir besi oleh PT Faminglevto Bakti Abadi untuk membubarkan diri.

Aparat Polres Seluma meminta ada perwakilan untuk bicara dan ibu-ibu warga Pasar Seluma menunjuk Abdul staf WALHI Bengkulu, sebagai kuasa warga Pasar Seluma yang menolak penambangan pasir besi untuk bernegosiasi dengan pihak aparat kepolisian Polres Seluma.

Abdul berkomunikasi dengan polisi sekitar pukul 11:15 WIB. Pukul 11:20 Abdul diangkut paksa oleh aparat Polres Seluma ke mobil milik aparat kepolisian.

Enggan bernegosiasi dengan warga penolak tambang, Kabag OPS Polres Seluma tetap memaksa warga untuk membubarkan diri dan memerintahkan pasukannya untuk membubarkan ibu- ibu yang masih bertahan di tenda penolakan tambang pasir besi, yang telah berlangsung sejak 5 hari lalu, dan pada pukul 11.20 wib ibu- ibu penolak tambang ini di angkut paksa dan tenda mereka pun dirubuhkan oleh aparat.

Saat ini, telah ada kurang lebih 8 orang dibawa paksa oleh aparat kepolisian Polres seluma, adapun warga yang dibawa paksa oleh polisi adalah :
Dari Warga :
1. Fitri
2. Novita
3. Rustam Efendi
4. Rivaldo

Aktivis Pendamping:
1. Abdul (WALHI Bengkulu)
2. Selvia (GENESIS)
3. Rahmad Coucil
4. Anton

“Dengan ini kami meminta dukungan solodaritas kawan kawan semua untuk mengirim pesan kepada jajaran Pemkab dan Kapolres Seluma untuk melepaskan kawan kawan yang ditangkap paksa oleh Aparat Kepolisian,” pungkasnya.

Editor: Panji Putra Pradana

Latest news
Related news