6 C
London
Jumat, November 26, 2021

Aktivitas Dihulu Menjadi Penyebab Bencana Banjir di DAS Bengkulu

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Telisik.co, Bengkulu – Dari awal bulan Oktober, Provinsi Bengkulu telah diguyur hujan mulai dari intensitas rendah, sedang dan lebat. Pada 12 Oktober 2021, BMKG yang mengeluarkan peringatan waspada untuk mengahadapi cuaca ekstrim yang akan melanda Provinsi Bengkulu yang berpotensi hujan angin kencang yang disertai dengan petir.

Peringatan hanya sekedar peringatan belaka. Hujan lebat tadi malam mengakibatkan sebagian wilayah yang berada di DAS Bengkulu kembali terendam diantaranya di kecamatan Taba Penanjung, Talang Empat Kabupaten Bengkulu Tengah, Kecamatan Sungai Serut, Kecamatan Muara Dua dan sebagian di kecamatan Ratu Agung tepatnya di Kelurahan Sawah Lebar. Banjir terjadi akibat luapan sungai Batang Rindu hati dan Sungai Batang Kemumu yang semakin menambah volume air sungai Batang Bengkulu.

“Dilihat dari daerah terdampak, banjir terjadi akibat luapan air sungai Batang Rindu Hati dan Sungai Batang Kemumu yang menambah depit air sungai Batang Bengkulu yang memperluas titik banjir” Ucap Egi Saputra Direktur Genesis Bengkulu.

Luapan air sungai terjadi akibat curah hujan yang tinggi yang tidak mampu diserap oleh tanah akibat area resapan telah berganti menjadi area kegitan pertambangan batubara dan perkebunana monokultur.

“Berdasarkan data analisis Genesis Bengkulu, aktifitas pertambangan di DAS Bengkulu sudah mencapai luasan 723,52 Ha yang dihasilakan dari aktifitas 6 perusahaan tambang diantaranya PT. Bara Sirat Unggul Permai, PT. Bara Mega Quantum, PT. Bengkulu Bio Energi, PT. Danau Mas Hitam, PT. Inti Bara Perdana dan PT. Ferto Rejang. Sedangkan perkebunan monokultur sawit sekala besar dikuasai oleh PT. Agri Andalas seluas ±2.283,72 Ha,” ungkapnya.

Tidak hanya di kawasan budidaya, perusahaan pertambangan juga melakukan aktifitas pertambangan di beberapa kawasan hutan yang semakin memperparah kondisi DAS Bengkulu seperti:

PT. Bara Mega Quantum seluas 1.620,52 Ha di dalam kawasan hutan HPT Rindu Hati
PT. Inti Bara Perdana seluas 350.33 Ha di dalam kawasan hutan HPT Rindu Hati, 103 Ha didalam kawasan HP Rindu Hati II dan 52.9 di dalam kawasan hutan HP Rindu Hati I
PT. Danau Mas Hitam seluas 233 Ha didalam kawasan hutan HPT Rindu Hati, 26 Ha didalam kawasan hutan HP Rindu Hati II dan 137 Ha di dalam kawasan hutan HP Rindu Hati I.

“Aktivitas perusahaan bukan hanya di kawasan budidaya mealinkan juga melakukan akvitas pengerukan pertambangan di dalam kawasan hutan HPT Rindu Hati, HP Rindu Hati I dan HP Rindu Hati II,” jelasnya.

Alih fungsi kawasan hutan Hutan Lindung Bukit Daun menjadi lahan pertanian kopi dan perkebunan sawit hingga aktifitas pertambangan didalam kawasan hutan HPT Rindu Hati, HP Rindu Hati I dan HP Air Rindu Hati II semakin memperparah keadaan DAS Bengkulu.

Saat ini beberapa pertambangan yang telah melakukan pengerukan di DAS Bengkulu telah berhenti beraktivitas karena habis masa izinnya diantaranya :

PT. Bara Sirat Unggul Permai Berakhir pada tahun 2017
PT. Bara Mega Quantum Berakhir pada tahun 2020
PT. Danau Mas Hitam Berakhir pada tahun 2018
PT. Ferto Rejang Berakhir pada tahun 2016

Genesis Bengkulu menduga kuat keempat perusahaan ini tidak menjalankan kewajibannya mereklamasi kawasan izin yang telah dilakukan aktifitas pertambangan.

“Dari enam tambang yang telah menyumbangkan kerusakan pada DAS Bengkulu, terdapat empat perusahaan yang telah berhenti beraktifitas namun meninggalkan jejak aktifitas pertambangannya hingga saat ini. Kami sudah melakukan cek lapangan dan melakukan pengamatan melalui Citra Satelit terbaru dan tidak melihat reklamasi yang dilakukan hingga tahapan penghijauan area izin. Kami masih melihat lobang menganga di wilayah pertambangan yang telah habis masa izinnya seperti PT. Bara Sirat Unggul Permai, PT. Bara Mega Quantum dan PT. Danau Mas Hitam,” paparnya.

Tindakan pemulihan DAS Bengkulu jangan hanya menjadi wacana semata melainkan harus segera dilakukan agar bencana banjir tidak selalu terulang menimpa masyarakat yang hidup diatasnya. Penegakan hukum harus dilakukan kepada perusahaan-perusahaan tambang yang tidak menjalankan kewajibannya mereklamasi kawasan yang telah ditambangnya padahal Dana Jaminan Reklamasi seharusnya telah disetorkan oleh perusaaan sebelum aktifitas ekplorasi.
“Pemulihan DAS Bengkulu harus segera dilakukan oleh pemerintah provinsi dan kabupaten. Bencana Ini bukan karena faktor alam tapi karena faktor aktifitas manusia yang merusak bagian hulu DAS Bengkulu dengan aktifitas pertambangan. Genesis Bengkulu mendoreng Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) sebagai pengelolah kawasan HPT Rindu Hati, HP Rindu Hati I dan HP Rindu Hati II untuk mengambil tindakan tegas penyelidikan terhadap dokumen Pinjam Pakai Kawasan Hutan yang dimiliki oleh perusahaan dan menindak tegas atas penegakan hukum terhadap perusahan yang tidak mereklamasi kawasan hutan yang telah dirusak. Genesis Bengkulu mendorong Dinas Energi dan Sumber Daya Alam Mineral (ESDM) untuk menyelidiki penggunaan Biaya Jaminan Reklamasi yang telah disetorkan oleh perusahaan,” pungkasnya.

Lakukan langkah cepat pemulihan DAS Bengkulu, karena banjir ini bukan hanya faktor alam, tapi karena faktor salah urus daerah resapan.

Editor: Panji Putra Pradana

Latest news
Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here