21.4 C
Indonesia
Rabu, November 30, 2022

Asosiasi Seniman Bengkulu Ajak Aktivis Sampaikan Aspirasi Lewat Karya Seni

Telisik.co, Kota Bengkulu – Asosiasi Seniman Bengkulu (ASB) mengajak seluruh masyarakat dan aktvis kampus untuk kritis dengan karya seni dalam menyikapi fenomena kebangsaan yang terjadi di tengah-tengah masyarakat. Karya Seni merupakan media paling tepat untuk menyampaikan aspirasi disaat dunia dilanda wabah pandemi Covid-19.

Ketua ASB, Feri Vandalis mengatakan, saat ini kondisi kebangsaan sedang berada dalam situasi yang tidak baik-baik saja yang disebabkan banyak faktor. Penyebab utama adalah mewabahnya Covid-19 sejak 2 tahun terakhir. Hampir seluruh lini kehidupan berbangsa terdampak hingga berimbas terhambatnya program pembangunan dan perekonomian.

“Kami sangat memahmi kegelisahan teman-teman aktivis atas kondisi bangsa ini dan itu adalah kegelisahan kami juga selaku penggiat kesenian. Ada banyak situasi kebangsaan yang harus disikapi dan perlu dilakukan evaluasi namun, cara dan sasarannya harus tepat sehingga tidak memperburuk keadaan” kata Feri, Kamis, (20/04/2022)

Ia menyebut aksi demontrasi di jalanan tidaklah tepat dilakukan di tengah masyarakat yang sedang berjuang melawan wabah Covid-19. Ada banyak media untuk menyampaikan aspirasi termasuk salah satunya dengan karya seni.

“Asosiasi Seniman Bengkulu mengajak seluruh aktivis kampus dan masyarakat untuk mengekspresikan kritik, masukan, dan saran terhadap kebijakan pemerintah melalui karya-karya seni. Kesenian akan lebih tepat dijadikan wadah untuk menyampaikan kritik ketimbang aksi di jalanan” kata Feri

Aksi demontrasi lanjut Feri berpotensi untuk menimbulkan kerumunan yang bisa memicu keadaan yang lebih buruk. “Sulit bagi kita untuk menerapkan protkol kesehatan di tengah kerumunan orang. Artinya lebih baik kita mengantisipasi sebelum terjadi kerumunan, mari kita sampaikan kritik melalui wadah alternatif” kata Feri

Ia menyebut, kebijakan pemerintah terkait dengan kenaikan BBM dan wacana penundaan pemilu yang kemudian menjadi pemicu kritik masyarakat ke pemerintah merupakan bagian dari cara berdemokrasi. Hak menyampaikan pendapat dilindungi undang-undang namun, harus juga dipastikan keselamatan dan ketertiban di tengah masyarakat juga terjamin.

“Menyampaikan pendapat adalah hak tapi dibalik hak kita juga ada hak orang lain untuk selamat yang juga wajib kita jaga. Demokrasi adalah keseimbangan, kamanan dan ketrtiban adalah ruh dari demokrasi itu. Mari sama-sama kita jaga dan jamin situasi ini agar bangsa ini tetap dalam bingkai NKRI” tutup Feri. [*]

Editor: Iman SP Noya

Latest news
Related news