Sekretaris DPW LIRA Bengkulu, Aurego Jaya, Foto: Dok

Telisik.co, Kota Bengkulu – Aurego Jaya, sekretaris Lembaga Swadaya Masyarakat Lumbung Informasi Rakyat (LSM-LIRA) Bengkulu kecam oknum yang mencatut nama LSM LIRA hingga mengaku pemilik rekor MURI yang pernah didapat LSM LIRA.

Menurut dia, LSM LIRA dibawah kepemimpinan Olivia Elvira Datau merupakan yang sah dan memiliki SK dari Kementrian Dalam Negeri. Untuk di Bengkulu kata Aurego, LSM LIRA dipimpin Magdalena Mei Rosha sebagi Gubernur LIRA Provinsi Bengkulu. SK DPW LIRA Bengkulu masih berlaku dengan Aurego Jaya sebagai sekretaris umum.

“Hasil Munas tahun 2016 lalu menetapkan bahwa Olivia Elvira Datau terpilih sebagai Presiden LIRA secara aklamasi dan dihimbau kepada jajaran Polda dan Pemerintah jika ada oknum yang mengatasnamakan LIRA agar ditindak”  kata Aurego, Jumat, (23/07/20210

Terakit dengan adanya pemberitaan yang mengatasnamakan LSM LIRA Bengkulu terakit lahan parkir di RSUD M Yunus Bengkulu, Aurego menegaskan pihaknya tidak pernah melakukan pelaporan atau tindak lain yang berkaitan dengan masalah parkir.

Penelusuran media ini terdapat beberapa media online yang pernah memuat komentar Gubernur LIRA terkait masalah parkir di RSUD M Yunus namun, beberapa link berita itu tidak bisa lagi akses.

“Sampai hari ini LIRA di Bengkulu itu masih tetap satu yang Gubernur LIRAnya adalah Magdalena Mei Rosha (Oca Simon). Apabila ada oknum-oknum yang mengatasnamakan LSM LIRA itu diluar dari tanggung jawab kita dan itu murni mencatut” kata Aurego.

Sementara Gubernur LIRA Bengkulu Magdalena Mei Rosha mengatakan, bahwa LIRA ini telah berdiri sejak tahun 2006 dan sudah melaksanakan musyawarah nasional sebanyak dua kali. Munas LIRA terakhir dilaksanakan di Jakarta pada bulan September 2015.

Magdalena juga menyampaikan hanya satu di Indonesia ini LIRA yang memecahkan Rekor MURI yaitu LSM LIRA dibawah kepempinan Presdien Olivia Elvira Datau.

“Saat saya baca berita itu sangat tidak benar dan hanya mengaku-ngaku, sebenarnya LIRA yang memiliki Rekor MURI hanya kami bukan mereka bahwa mereka yang mendapat rekor muri hanya mengaku” ungkap Rosha. [Panji Putra Pradana]