Kandar warga Jalan Depati Payung Negara, Kota Bengkulu saat menunjukan kondisi bangunan guiding block di Jalan Menuju Bandara Fatmawati Bengkulu, Foto: Dok/Panji Putra Pradana

Telisik.co, Kota Bengkulu – Ada yang menarik di sepanjang jalan Pagar Dewa menuju Bandara Fatmawati. Ada ubin berwarna kuning bertekstur khusus yang biasanya disebut sebagai Guiding Block atau petunjuk jalan bagi penyandang tunanetra. Fasilitas ini dibangun agar tunanetra mampu berjalan kaki secara mandiri.

Namun, sayanganya kondisi pembangunan itu nampak seperti asal-asalan karena tidak memperhatikan kondisi lingkungan sekitar. Sejak dibangun guiding block banyak rumah warga yang kebanjiran karena dibangun tanpa fasilitas drainase yang mumpuni.

Kandar warga Jalan Depati Payung Negara, Pekan Sabtu, Kota Bengkulu pada Kamis, 09 September 2021 mengungkapakan, pembangunan guiding block di depan rumahnya mudah mengelupas, cukup dicongkel sedikit saja guiding block langsung lepas.

“Standar pekerjaan tidak ada (asal jadi)” ungkap Kandar saat ditemui di kediamannya sambil mencongkel bangunan guiding blok yang saat ini masih dalam tahap penyelesaian.

Tidak itu saja, kata Kandar, sejak pembangunan yang di depannya rampung rumahnya selalu banjir akibat di dalam guiding blok tidak memiliki drainase, hanya mengandalkan drainase lama, di luar dari guiding block.

“Sejak dibangun rumah kami sudah 4 kali banjir karena di dalam guiding blok (lebih tinggi dari jalan) tidak memiliki drainase, guiding block hanya dipasangkan paralon kecil untuk menyalurkan air dari jalan ke drainase lama.” jelas dia.

Lantaran sering kebanjiaran, Kandar berinisiatif menjebol guiding blok agar air di jalan mengalir ke drainase lama. “Kami buat 4 (jebolan) aliran air agar rumah tak kebanjiran lagi,” ucapnya sembari menyayangkan kondisi pembangunan itu.

Sebelumnya, dirinya telah memberikan saran kepada pekerja (pemborong) agar membuatkan drainase agak besar di dalam guiding block karena memang jalan di depan rumahnya ketika hujan selalu digenangi air.

“Pada waktu sedang dibangun disekitar depan rumah saya sudah menyarankan agar tidak terjadi banjir, akan tetapi si pekerjaan menyampaikan bahwa kedepannya akan dianggarkan kembali untuk pembangunan selanjutnya,” kata Kandar. [Panji Putra Pradana]