Telisik.co, Kota Bengkulu– Kombes Pol Teddy Suhendyawan Syarif, Direkur Reserse Kriminal Umum, Polda Bengkulu akan berkoordinasi dengan Badan Pertanahan Nasional Kota Bengkulu untuk mengungkap maraknya praktek mafia tanah.

Bahkan BPN kata Kombes Teddy, telah meminta satu kasus agar diangat menjadi laporan pra-operasi mafia tanah.

“Terkait koordinasi dengan BPN mereka meminta satu kasus untuk dijadikan praoperasi mafia tanah” ujar perwira menengah itu.

Mafia tanah sambung  Kombes Teddy sangat merugikan masyarakat. Saat ini laporan kasus penyerobotan tanah cukup banyak diterima oleh Polda Bengkulu.

Modus yang digunakan berbagai macam salah satunya membuat sertifikat palsu kemudian mengaku-ngaku pemilik lahan yang akan diserobot.

Mafia tanah ini bahkan tak segan meratakan lahan menggunakan alat berat tanpa sepengetahuan pemilik sah. Setelah itu lahan dikapling dan dijual dengan harga bervariasi.

Terkait kasus yang saat ini tengah ditangani, pihaknya terus melakukan pengembangan “Sudah bergulir, kita terus lakukan penyelidikan mungkin nanti ada lagi kasus lain” kata Kombes Teddy.

Seperti diketahui, baru-baru ini pihak polda Bengkulu tenagh menangni aksi mafia tanah menimpa salah seorang warga bernama Inas Belly. Aksi penyerobotan itu dilakukan dengan modus meratakan lahan dengan menggunakan alat berat.

Lahan kemudian ditanami 120 batang kelapa sawit setelah itu lahan dipagar dan dimatangkan untuk selanjutnya dibuat kaplingan tanah sebanyak 42 kapling.

Para pelaku kemudian menjual kaplingan tanah untuk mendapat keuntungan. Akibatnya, korban mengalami kerugian lebih kurang Rp 300 juta.

Hasil pengembangan kasus ini, empat orang sudah ditetapkan tersangka. Namun, pihak polda Bengkulu terus melakukan pengembangan karena tidak menutup kemungkinan pada kasus penyerobotan tanah tersebut antara kelompok satu dengan yang lain saling berkaitan. [***]

Editor: Riki Susanto