8.3 C
London
Jumat, November 26, 2021

BNNP Bengkulu Lakukan Pemusnahan Ganja Seludupan Seberat 143 Kg

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Telisik.co, Bengkulu – Kepala Kepolisian Daerah Bengkulu Irjen Pol. Drs. Guntur Setyanto, M.Si, didampingi Dirnarkoba Polda Bengkulu, Selasa 16 November 2021 menghadiri kegiatan Pemusnahan Barang Bukti Narkotika golongan l jenis Ganja seberat 143 kg bertempat di Kantor Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Bengkulu.

Kabid Humas Polda Bengkulu Kombespol.Sudarno, S.Sos, MH menjelaskan maraknya peredaran gelap narkoba saat ini menjadi peluang bagi bandar besar untuk menjual narkoba di Propinsi Bengkulu.Ditangkapnya tersangka Randu yang diamankan petugas dengan membawa barang bukti berupa 143 kg ganja menjadi bukti bahwa Provinsi Bengkulu menjadi pasar bagi para bandar untuk mengedarkan narkoba.

“Narkoba sangat membahayakan bagi generasi penerus bangsa Indonesia oleh karena itu harus ada edukasi dan sosialisasi terkait bahaya narkoba sejak tingkat pendidikan dasar sehingga tidak terjadi generasi yang hilang (lost generation),” jelasnya.

Sementara itu Kepala BNN Provinsi Bengkulu dalam sambutannya mengatakan dengan diamankannya barang bukti berupa ganja seberat 143 kg, hal itu setidaknya telah menyelamatkan 75.181 penduduk Provinsi Bengkulu tidak menggunakan narkoba.

Adanya organisasi Pemuda Pemudi Penggiat Anti Narkoba (PUPAN) dan Satgas Anti Narkoba adalah hal yang positif, paling tidak anggota didalamnya mampu melindungi dirinya sendiri dari bahaya penyalahgunaan narkoba.

Sebagai puncaknya Gubernur Bengkulu didampingi Kapolda Bengkulu, Kepala BNN Provinsi Bengkulu beserta para pejabat yang yang hadir melakukan pemusnahan barang bukti ganja sebanyak 143 kg dengan menggunakan mesin incinerator

Hal ini berawal saat adanya penyelundupan narkoba via Truk, pelaku penyelundupan 143 kilogram ganja mengaku sudah tiga kali menyelundupkan narkoba ke Bengkulu. Penyelundupan paling akhir digagalkan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bengkulu di Jalan lintas Curup-Lubuklinggau, Kelurahan Pasar Ulak Tanding, Kecamatan PUT, Kabupaten Rejang Lebong, pada Jumat lalu (15/10).

Dalam hal ini BNNP mengamankan sebanyak tiga orang tersangka yakni RY, AR dan EN warga Sumatera Barat yang akan menyelundupkan ganja menggunakan truk bermuatan pupuk kandang. “Dari keterangan para tersangka, ini kali ketiga mereka melakukan aksi seperti ini. Mereka sengaja melintas lewat jalur darat ke wilayah Bengkulu untuk menyelundupkan barang tersebut. Kemudian biasanya akan dilanjutkan ke wilayah Jakarta,” kata Kepala BNNP Provinsi Bengkulu, Supratman.

Dari pengakuan tersangka RY, sambung Supratman, bahwa barang tersebut didapatkan dari seseorang berinisial PE. PE sendiri saat ini masih mendekam di lapas Kabupaten Agam Sumatera Barat. Selain itu RY juga menjelaskan bahwa peredaran barang haram tersebut selain di Bengkulu juga ditujukan ke Jakarta.

“Dari seluruh ganja yang disita dari aksi penyelundupan ini kita bisa menyelamatkan sekitar 143 ribu orang yang akan menyalahgunakan narkotika,” tukasnya.

Saat ini para tersangka yang telah diamankan masih dilakukan pemeriksaan guna dilakukan pengembangan lebih lanjut, termasuk jaringannya. Ketiganya disangkakan pasal 114 ayat (2) Jo PASAL 132 ayat (1) Subsider pasal 111 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

 

Editor: Panji Putra Pradana

Latest news
Related news