Telisik.co, Bengkulu – Danrem 041/Garuda Emas (Gamas) Brigjen TNI Yanuar Adil menyampaikan perlunya pembentukan tim perencana untuk menekan mobilitas masyarakat dalam pelaksanaan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro ( PPKM Mikro ) di Provinsi Bengkulu.

Hal itu disampaikan Brigjen TNI Yanuar Adil saat memberikan saran pada pertemuan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Bengkulu yang dipimpin Gubernur Bengkulu, Dr. H. Rohidin Mersyah, di Balai Raya Semarak, Jalan Indra Caya, Kecamatan. Teluk Segara, Kota Bengkulu, Senin (9/8/21).

“Agar membuat tim perencana pembatasan penyekatan dari unsur Pemda, Polri, TNI dan Kejaksaan yang bertugas sebagai penentu syarat dalam perjalanan,” ujar Yanuar.

Menurutnya, tim ini sangat diperlukan untuk menindaklanjuti arahan dari Presiden RI pada rapat evaluasi pelaksanaan PPKM Mikro, Sabtu (7/8/21) secara virtual agar para kepala daerah menekan mobilitas masyarakat dengan melibatkan TNI-Polri.

Selain itu, Danrem juga menyampaikan untuk semakin menekan penyebaran Covid-19 di Provinsi Bengkulu, gerakanĀ  testing, tracing, dan treatment (3T) harus dilakukan bersamaan dengan gerakan memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak (3M), salah satunya dengan menyiapkan tempat isolasi yang terpusat.

“Agar tidak ada lagi masyarakat yang positif terpapar Covid-19, melakukan isolasi secara mandiri di rumahnya, sebaiknya isolasi dilakukan secara terpusat di Desa, Kabupaten/Kota atau Provinsi, sehingga dapat terpantau dan mengurangi dampak dari Covid-19 ini,” tambah Yanuar.

Pada kesempatan itu juga, Danrem berharap agar Gubernur Bengkulu dapat segera menginstruksikan untuk melaksanakan pembatasan mobilitas warga sesuai arahan Presiden RI.

“Sekiranya rapat hari ini, sebagai pemicu kita untuk menindaklanjuti arahan dari Presiden RI yang harus berjalan dan pembatasan mobilitas masyarakat harus segera dilakukan,” harap Danrem 041/Gamas. [***]

 

Editor: Panji Putra Pradana