Telisik.co, Kota Bengkulu – Sehubungan dengan mencuatnya permasalahan yang menyangkut murid SDIT Al Hasanah adanya tunggakan biaya sekolah. Saat ini keluarga wali murid SD IT Al Hasanah ini sedang merasa cemas dan sempat depresi saat menerima surat somasi dari SD IT Al Hasanah. Bahkan, anaknya sudah setahun ini terlantar, tidak lagi bersekolah.

“Saking cemasnya, wali murid itu rela dipenjara, asalkan anaknya bisa pindah dari sekolah dan biayanya lunas,” kata Pengacara Siti Masroha, Benni Hidayat SH, Kamis (2/9/2021).

Advokat Benni Hidayat mengatakan berdasarkan Surat Kuasa Khusus tertanggal 2 September 2021 dalam hal ini bertindak selaku kuasa hukum dari orang tua murid, perlu menyampaikan beberapa hal.

“Bahwa benar, murid tersebut adalah murid SDI Al Hasanah yang terakhir menempuh Pendidikan duduk di kelas V SDIT Al Hasanah dan baru naik ke kelas VI. Namun schubungan dengan adanya surat tagihan dari sckolah nomor: 215/ YAH/.02/KS/VII/2020 tertanggal 3 Agustus 2020 yang berisikan agar segera melunasi biaya Pendidikan murid. Di dalam surat terscbut dijelaskan bahwa apabila dalam batas waktu yang ditentukan (20 Agustus 2020 maka pelayanan pembelajaran murid akan dihentikan sementara,” ungkapnya.

Bahwa sejak saat itu sambung Benni saat mencertakan kronologis, bahwa murid ini tidak diperkenankan oleh sekolah untuk melakukan kegiatan belajar di sekolah tersebut. “Sehingga saat duduk dibangku kelas VI tidak dapat mengikuti kegiatan belajar mengajar. Atau dengan kata lain ditelantarkan oleh pihak sekolah, termasuk juga tidak diperkenankan untuk Ujian Nasional,”.

Selanjutnya, pihak sekolah SDI Al Hasanah melalui kuasa hukum Yayasan, Benni Ridho, SH telah melayangkan surat pemberitahuan dan somasi kepada orangtua murid untuk segera melunasi kewajiban keuangan pada tahun 2018 sebesar Rp 11.909.000, (sebelas juta sembilan ratus Sembilan ribu rupiah).

“Akibat hal itu, Murid inisial A yang apabila diperbolehkan menempuh Pendidikan, maka sekarang sudah duduk dibangku kelas VII SMP/Sederajat. Alasan orangtua tidak mampu melunasi pembayaran tersebut dikarenakan memang kondisi ekonomi keluarga sejak 2018 sedang merosot hingga saat ini,” papar Benni.

Pihak keluarga bersama dengan pihak pemerintahan setempat, Kecamatan Kampung Melayu sudah mencoba mendatangi pihak sekolah dan memediasi permasalahan tersebut, namun tidak membuahkan hasil. Walaupun pada saat itu orangtua murid sudah menunjukkan Surat Keterangan Tidak Mampu yang dikeluarkan oleh Kelurahan Padang Serai Kecamatan Kampung Melayu.

“Atas permasalahan ini, kami selaku kuasa hukum orangtua murid menyayangkan sikap sekolah yang membiarkan pendidikan anak terbengkalai, dan akan menempuh jalur hukum yang dianggap perlu, demi Hak Asasi Manusia dan Hak Anak untuk mendapatkan Pendidikan. kami dari Kuasa Hukum orangtua murid akan mengupayakan penyelesaian permasalahan ini dan mengambil langkah sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku,” pungkasnya. [Panji Putra Pradana]