Telisik.co, Bengkulu – Dewan Provinsi Bengkulu merekomendasikan agar Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu pada tahun ini meniadakan terlebih dahulu penyertaan modal untuk Bank Bengkulu. Dikarenakan Bank Bengkulu sudah mendapatkan dana dari PT Mega Corpora sebesar Rp 100 milyar.

Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Provinsi Bengkulu, Edwar Samsi, ketika menyikapi pembahasan Kebijakan Umum Perubahan Anggaran (KUPA) tahun 2021 menyampaikan pendapat agar, peniadaan penyertaan modal dengan nilai Rp 15 milyar pertahun, yang merupakan hasil deviden dari salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yaitu milik Pemerintah Provinsi (Pemprov), karena sebelumnya sudah mendapatkan dana dari PT Mega Corpora sebesar Rp. 100 milyar.

“Meniadakan penyertaan modal ke Bank milik Pemerintah Daerah tersebut, dananya dapat dirumuskan untuk mendukung kegiatan pembangunan Dengan APBD Perubahan (APBDP) tahun ini,” ungkapnya, Senin (30/8/2021).

Menurutnya, proposal untuk meniadakan penyertaan modal ke Bank Bengkulu tidak diberikan pada tahun ini, karena dana untuk pembangunan tersebut jikapun ada nilainya hal tersebut sangat lah kecil.

Seperti dari dana Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) dengan total nilai sebesar Rp 102 milyar lebih, hanya sekitar Rp. 50 milyar yang bisa dimanfaatkan. Dikabarkan, Dana Alokasi Umum (DAU) tahun ini juga dipotong oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sekitar Rp 40 milyar lebih, untuk penanganan Covid – 9 di Provinsi Bengkulu.

“Jika dana SILPA yang telah dirumuskan untuk kegiatan, diperkirakan tidak akan banyak mendukung kegiatan pembangunan. Apalagi dengan pemotongan DAU tahun ini, mau tidak mau ada pengurangan kegiatan pembangunan yang sudah tersusun dalam APBD reguler,” jelas Edwar.

Lebih lanjut ditambahkan Anggota Komisi III DPRD Provinsi Bengkulu ini juga menilai, melihat kondisi keuangan daerah yang serba minim, langkah tersebut agar dapat dipertimbangkan. Mengingat pada tahun ini cukup banyak kegiatan yang masuk skala prioritas belum dapat dilaksanakan, karena terjadi refocusing anggaran.

“Usul saya itu, pada tahun ini jangan diberikan dulu ke Bank Bengkulu, tapi digunakan untuk kegiatan pembangunan daerah,” tutup Edwar. [Panji Putra Pradana]