Telisik.co, Bengkulu – Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu mengusulkan penambahan alat PCR mobile di beli sesuai dengan jumlah Kabupaten dan Kota di wilayah Provinsi Bengkulu sebanyak 10 unit. Hal ini dikarenakan lambanya laporan hasil tes PCR yang dilakukan, Jumat (20/8/2021).

Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu, Dempo Xler, ketika menyikapi banyaknya antrian sampel dan harus menunggu berminggu-minggu baru diketahui hasilnya. Meski dikabarkan saat ini Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu sudah menambah alat yang baru, untuk dihibahkan ke Pemerintah Kabupaten dalam Provinsi Bengkulu.

“Kita ketahui alat PCR saat ini kebutuhan seluruh masyarakat umum, pemerintahan dan swasta. Saya usulkan kenapa tidak ditambah lagi pengadaan alat yang mobile. Misalnya di beli sesuai dengan jumlah Kabupaten dan Kota di wilayah Provinsi sebanyak 10 unit. Apalagi bisa menggunakan dana Sisa Lebih Perhitungan (Silpa) tahun 2020. Kemudian di hibahkan ke masing-masing Pemerintah Kabupaten dan Kota untuk dikelola dan dipakai,” ungkapnya.

Dempo menambahkan, permasalahan sekarang bukan saja banyaknya antrian sampel yang harus menunggu hasilnya, biaya untuk melakukan Swab PCR mandiri, biayanya sangat mahal, kendati hasilnya maksimal dalam waktu 3 jam sudah diketahui. Oleh karena itu diakui Politisi PAN ini, solusinya akan didiskusikan dengan dinas teknis untuk rencana pengadaan melalui dana APBD Perubahan tahun ini atau APBD murni Provinsi Bengkulu tahun depan.

“Memang sehrusnya kita di Bengkulu ini memiliki minimal 10 unit alat PCR ini, sehingga untuk hasil Swab PCR bisa secepatnya diketahui tidak harus menunggu lama,” katanya.

Lebih lanjut lagi Dempo menyampaikan, seiring semakin banyaknya alat Swab PCR ini maka semakin cepat diketahui hasilnya. Nanti pihak legislatif bersama Pemprov akan membahas mengenai subsidi pembiayaannya. Mengingat saat ini tidak dipungkiri dalam pengoprasiannya, membutuhkan anggaran yang bersumber dari dana APBD Provinsi Bengkulu.

“Terlebih untuk pengecekan sampel PCR, belum dibiayai BPJS Kesehatan. Kalau alat itu banyak, pemerintah juga harus mensubsidi pembiayaan operasionalnya,” ucapnya.

Untuk pembahasan mengenai biaya Swab sampel PCR yang masih tinggi, Dempo mengatakan, untuk biayanya agar mengikuti aturan berlaku. Bahkan jika perlu bisa digratiskan.

Secara terpisah, sebelumnya Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah telah meminta Pemerintah Kabupaten dan Kota agar melakukan pengadaan alat PCR, termasuk alat antigen. Hal itu dilakukan sebagai deteksi dini serta memudahkan, dalam menangani dan menanggulangi Covid 19 di wilayah masing-masing. [Panji Putra Pradana]