26.4 C
Indonesia
Jumat, Desember 2, 2022

Dikeroyok, Petani Asal Penarik Lapor Polisi

Telisik.co, Mukomuko – Dikeroyok tiga orang, seorang petani bernama Firdaus (40) warga Desa Pondok Kopo, Kecamatan Teras Terunjam, Kabupaten Mukomuko melapor ke Polres Mukomuko, Polda Bengkulu.

Kapolres Mukomuko AKBP Witdiardi, S.ik., M.H., hari ini ( 25/01/21 ) mengungkapkan, tindak pidana pengeroyokan yang dialami oleh korban terjadi pada hari senin ( 24/01/2022) sekira pukul 15.35 Wib di Pos SPTI bongkar muat barang toko Desa Penarik, Kecamatan Penarik, Kabupaten Mukomuko.

“Laporan korban kami terima kemarin hari senin 24 Januari 2022 sekira 17.00 wib,” ungkap Kapolres Mukomuko.

Kapolres Mukomuko juga menjelaskan, dari laporan yang diterima diketahui korban dikeroyok oleh tiga orang berinisial FI, II, serta AS semuanya merupakan Warga Kabupaten Mukomuko dan juga tergabung dalam SPTI Kecamatan Penarik Kabupaten Mukomuko.

“Ketiganya segera akan kita lakukan pemanggilan dan pemeriksaan terkait laporan korban dan terhadap ketiganya akan kami jerat dengan pasal 170 KUHP Subsider Pasal 351 KUHP,” jelas Kapolres Mukomuko.

Kapolres menjelaskan, diketahui pengeroyokan terhadap korban berawal pada hari ini senin tanggal 24 Januari 2022 sekira pukul 15.35 WIB, saat korban dan kawan kawan termasuk tersangka FI, II, AS yang tergabung dalam anggota SPTI bongkar muat barang toko sedang duduk- duduk di pos SPTI yang berlokasi didekat jembatan penarik.

Kemudian pada saat sedang ngobrol korban mengatakan sesuatu didepan teman-temanya, Ia mengatakan kalau sudah jam 4 lewat, ada mobil barang mau bongkar, siapa saja boleh bongkar karena sesuai peraturan bahwa jam kerja bongkar ini maksimal jam 4 sore, lalu dijawab oleh tersangka FI. “Siapa yang bilang dan membuat peraturan seperti begitu, lalu dijawab korban, ya peraturan yang selama ini kita sudah sepakati semua, kalau diluar jam kerja siapa saja boleh bongkar asal anggota SPTI,”.

Mendengar jawaban korban, “tersangka FI langsung tersulut emosi dan langsung menarik tangan korban untuk keluar dari pos gardu SPTI, setelah keluar dalam posisi berdiri di pinggir jalan hitam, tersangka FI langsung meninju kearah muka korban dan mengenai pelipis mata sebelah kanan lalu kemudian datang adiknya yang bernama II ikut juga memukul dan langsung meninju keatas muka korban, lalu korban berlari dan dikejar, kemudian menyusul kakaknya yaitu tersangka AS dan ikut juga memukul, meninju dengan tangan kosong kearah kepala dan tubuh korban, hingga korban kelelahan dan kemudian dipisah oleh mertua tersangka FI, lalu kemudian korban menghindar dan berlari keseberang jalan dekat warung makan, kemudian meminta tolong kepada teman-temanya untuk diantar kepuskesmas guna berobat dan kemudian melapor ke Polsek Penarik,” ujarnya.

“Laporan korban akan segera kami tindak lanjuti dengan melakukan pemanggilan ketiga terlapor,” Pungkas Kapolres Mukomuko.

Editor: Panji Putra Pradana

Latest news
Related news