Telisik.co, Sumatera Utara – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Kabupaten Deli Serdang bakal laporkan oknum-oknum pencatut logo organisasi LIRA Kepolian setempat. Karena pencatutan tersebut digunakan untuk mengeruk keuntungan pribadi dan sejumlah orang serta mencemarkan nama baik Organisasi.

Dikatakan Bupati LIRA Deli Serdang, Muhammad Yahya Saragih, langkah ini dilakukan untuk menjaga nama baik organisasi yang dilindungi Undang-Undang, mengingat sejumlah orang dan kelompok tertentu masih menggunakan logo LIRA yang sah dan diakui Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) yang kini dipimpin Presiden LIRA Olivia Elvra Datau (Olis Datau).

Logo LIRA yang melambangkan organisasi dan memperkuat pengenalan organisasi ini sesuai surat dari Kemenkumham ditandatangani Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual Dr. Freddy Harris, menyatakan bahwa logo LIRA diberikan kepada pemegang merek yakni, Yudhi Komaruddin dengan nomor pendaftaran IDM000637885.

Selanjutnya pada pemegang merek logo LIRA dilakuan pengalihan hak atas merek terdaftar dari Yudhi Komaruddin kepada Perkumpulan Lumbung Informasi Rakyat disingkat LIRA dengan nomor pendaftaran yang sama klasifikasi Kelas 35 ditandatangani atas nama Menkumham Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual Direktur Merek dan Indikasi Geografis, Fathlurachman.

“Ini dasar hukum kita untuk menggunakan logo LIRA yang punya kepanjangan Lumbung Informasi Rakyat. Kalau ada yang menggunakan logo ini tanpa seizin kita atau mencatutnya, berarti dia sudah melakukan pelanggaran. Apalagi yang menggunakan itu bukan anggota sah dari organisasi LIRA. Jelas kita akan laporkan ke pihak kepolisian,” kata Yahya.

Anggota LIRA Deli Serdang saat ini sudah mengumpulkan sejumlah bukti atas tindakan pencatutan logo organisasi yang dilakukan oknum dan sekelompok orang, baik yang tersebar di media sosial maupun surat-surat resmi yang masuk kelembaga pemerintahan maupun swasta.

“Kita sedang mengumpulkan bukti untuk menguatkan laporan kepolisian. Ada sejumlah akun facebook yang sudah kita temukan. Bahkan ada sejumlah proposal yang masuk ke lembaga pemerintahan seperti pemerintahan desa. Ini akan kita laporkan,” jelas Yahya.

Yahya meminta kepada lembaga pemerintah dan swasta maupun masyarakat di Kabupaten Deli Serdang untuk tidak melayani oknum maupun kelompok yang mengatasnamakan LIRA. Sebaiknya lebih selektip lagi untuk menerima pengajuan kerjasama.

Muhammad Yahya Saragih mengimbau kepada masyarakat Deli Serdang jika ada oknum yang mengatas namakan organisasi LIRA, harus lebih berhati-hati. Selaku Bupati LIRA Deli Serdang serta jajaran pengurus lainnya untuk pelaku pencatut logo harus disikapi dan akan ditingkatkan kepada pengaduan ke pihak kepolisian, supaya mendapat epek jerah dan menjadi pelajaran.

“Kepada masyarakat Indonesia, khususnya Deli Serdang, Sumatera Utara jika ada sekelompok orang yang mengatas namakan organisasi LIRA selaian kata-kata dan logo yang benar, Jangan dilayani. LIRA hanya satu di Indonesia yang dipimpin oleh Presiden LIRA Olivia Erlvira Datau atau yang akrab disapa Olis Datau. Dan di Kabupaten Deli Serdang ini saya yang memimpinya selaku Bupati LIRA,” pungkas Yahya. [Panji Putra Pradana]