8.3 C
London
Jumat, November 26, 2021

Dua Penyerobot Lahan PT Hasfram Masih Dalam Pencarian

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Telisik.co, Bengkulu – Adakan press release terkait pengungkapan sindikat mafia tanah dengan modus memanfaatkan lahan perusahaan yang akan habis masa hak guna usahanya pada tahun 2025. Hal ini di ungkap langsung Subdit Harta Benda dan Tanah (Harda Bangtah) Reskrimum Polda Bengkulu.

Diungkapkan Kabid Humas Polda Bengkulu Kombes Pol Sudarno, S.Sos dalam press conference Selasa (09/11/21) menjelaskan, modus ke 7 (tujuh) orang pelaku penyerobotan lahan Pt Hasfram ini dengan memanfaatkan HGU perusahaan yang akan habis. Para tersangka ini melakukan penggarapan lahan dengan tujuan jika HGU tak diperpanjang mereka berharap akan mendapatkan lahan tersebut.

“Para tersangka ini melakukan penyerobotan lahan PT Hasfram, yang mana HGUnya sebentar lagi akan habis. Hal ini dengan tujuan jika HGU tak diperpanjang merekalah yang memiliki lahan tersebut,” ungkap Kabid Humas Polda Bengkulu.

Disisi lain, Kasubdit Harda Bangtah Reskrimum Polda Bengkulu AKBP Edi Sujadmiko mengatakan, bahawa lahan yang telah digarap atau dirusak oleh para tersangka ini berjumlah lebih kurang 500 meter persegi, dan sudah ada lahan yang telah dijual oleh para pelaku.

Kasubid juga mengatakan, dari ke 7 orang tersangka ini ada yang berprofesi sebagai ASN, dan wiraswasta. ”Dari hasil pemeriksaan kita,dari jumlah lahan yang telah di serobot tersebut ada sebagain lahan yang telah mereka jual. Saat ini kita masih melakukan pengembangan kasus,” ungkapnya.

AKBP Edi juga mengatakan, dari sejumlah pelaku ada keterlibatan di kasus lain sehingga digolongkan dalam sindikat mafia tanah. Ke 7 orang tersangka tersebut yakni, GS, JN, AD, JA, JL, H dan J. Sementara untuk tersangka inisial H dan J saat ini masih DPO.

Dan pasal yang disangkakan yakni Dugaan tindak pidana penyerobotan Pasal 170 KUHP SUB Pasal 406 KUHP JO Pasal 55,56 KUHP dengan ancaman pidana penjara 5 tahun enam bulan.

Saat ini Polda Bengkulu masih mencari 2 pelaku yang masih dalam pengejaran, kedua pelaku penyerobotan dan pengrusakan Lahan PT Hasfram masing-masing berinisial H (33) dan J (32) warga Kota Bengkulu. Sebelumnya polisi juga telah mengamankan 5 orang pelaku lainnya yang diduga juga ikut terlibat.

Kombes Pol Sudarno mengataakan, kedua pelaku yang masuk dalam daftar pencarian orang dengan ciri-ciri H yakni beramput hitam tebal dan berbadan gemuk serta memiliki tinggi badan 170 cm. Sedangkan J memiliki ciri-ciri rambut hitam lurus berkulit sawo matang dan berbadan sedang.

“H merupakan warga betungan dan j merupakan warga jalan Arafah kelurahan Bumi Ayu Kota Bengkulu, ciri-ciri keduanya sudah kami kantongi dan saat ini keduanya masih dalam pengejaran subdit harda bangtah Polda Bengkulu,” ujar tegasnya.

Selain itu, bagi warga yang mengetahui keberadaan kedua boronan itu diharapkan untuk melaporkan ke pihak kepolisian terdekat.

Pewarta: Panji Putra Pradana

Latest news
Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here