24.4 C
Indonesia
Rabu, November 2, 2022

FSPMI Provinsi Bengkulu Sebut Buruh sebagai Aset Bangsa

Telisik.co, Mukomuko – Fedrasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Provinsi Bengkulu berkomitmen penuh memperjuangkan nasib buruh di Indonesia, khusunya di Provinsi Bengkulu. FSPMI akan selalu menjadi garda terdepan dalam memperjuangan hak-hak buruh di tengah ancaman regulasi yang belum sepenuhnya belum berpihak untuk kesejahteraan buruh.

Demikian disampaikan Ketua DPW FSPMI Provinsi Bengkulu, Roslan Efendi pada momentum peringatan hari buruh international (May Day) yang jatuh pada tanggal 1 Mei 2022 lalu. Roslan meminta seluruh buruh di Bengkulu tetap menjaga kekompakan dan ketertiban di tengah masyarakat.

“Buruh adalah aset bangsa yang tidak ternilai, momentum May Day adalah bukti pengakuan dunia atas keberadaan buruh. Solidaritas buruh telah banyak menghiasi perjalanan bangsa ini, membantu kemerdekan, memperjuangkan reformasi, dan mendukungan pembangunan” kata Roslan, Sabtu, (14/05/2022).

Lanjut Roslan, FSPMI Bengkulu telah berdiri sejak tahun 2017 lalu. Ia sendiri dipercayakan untuk memimpin. Sejak berdiri FSPMI telah banyak melakukan kegiatan berupa advokasi, bakti sosial, dan pembenahan internal organisasi. Termasuk konsen mengadvokasi isu-isu penyusunan hingga penetapan undang-undang cipta kerja, omnibus law.

“Omnibas law salah satu isu yang menjadi konsen seluruh komunitas buruh di Indonesia termasuk FSPMI Bengkulu. Kami beberapa kali menggelar aksi dan menyampaikan pendapat, hearing ke DPRD ke pemda dan ke seluruh stake holder” kata dia.

FSPMI juga turut membidani lahirnya Partai Buruh pimpinan Said Iqbal. Roslan sendiri dipercaya sebagai  Eksekutif Komite Partai Buruh Provinsi Bengkulu. Partai Buruh memiliki basis konstituen seluruh buruh di Indonesia termasuk di dalamnya komunitas petani, nelayan, TKW dan lain-lain.

Partai Buruh dibangun dan didirikan kembali oleh para pendiri yang berasal dari 4 Konfederasi serikat pekerja terbesar dan 50 Federasi serikat pekerja tingkat nasional, forum guru dan tenaga honorer, dan organisasi petani serta nelayan di Indonesia.

“FSPMI melalui partai ini ingin terlibat aktif dalam menentukan kebijkan politik di Indonesia. Aspirasi politik buruh di Indonesia harus disalurkan dengan cara-cara yang konstitusional melalui pendirian partai politik. Partai Buruh adalah wadah berjuang bagi kaum buruh dan seluruh rakyat Indonesia” kata Roslan.

Tekahir kata Roslan, FSPMI sebagai organisasi buruh menjamin penuh untuk menjadi organisasi yang moderat. FSPMI siap membangun kolaborasi dengan pihak manapun untuk kepentingan bangsa dan negara.

“Kami senantiasa siap bergandengan tangan dengan siapa pun pemerintah, masyarakat, dan seluruh elemen bangsa dalam rangka menciptakan kemanan dan ketertiban di tengah-tengah masyarakat” tutur dia. [***]

Editor: Alfridho Ade Permana

Latest news
Related news