24.4 C
Indonesia
Jumat, Agustus 12, 2022

Gebyar Ekpor, Bengkulu Ekpor Bahan Baku Karet 100,8 Ton

Telisik.co, Bengkulu – Kementrian Pertanian Republik Indonesia, adakan Gebyar Ekpor gerakan tiga kali lipat ekpor tutup tahun 2021. Disini indonesia melakukan ekpor total 1,3 juta ton senilai Rp. 14,4 Triliun, serentak 34 pintu ekspor Indonesia.

Kususnya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu sendiri dengan melalui komuditas pertanianya bahan baku karet dalam gebyar ekspor tutup tahun PT Bukit Angkasa Makmur (BAM), di Kabupaten Bengkulu Tengah Provinsi Bengkulu, melakukan ekpor total 100,8 ton senilai Rp. 2,5 Miliyar.

Gebyar ekspor ini dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia dan berpusat di Terminal Petikemas Makassar, Pelabuhan Soekarno Hatta, Sulawesi Selatan diinisiasi Kementerian Pertanian diikuti Karantina Pertanian Bengkulu bersama 33 pintu ekspor se-Indonesia dengan total nilai mencapai Rp14,4 triliun.

Acara ini dibuka langsung oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dihadiri secara virtual oleh Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Bengkulu Ihsan Fajri, Kepala Karantina Pertanian dr Bukhari, Kepala Polisi Daerah Irjen Pol Agung Wicaksono, dan stakeholder dalam otoritas ekspor Bengkulu.

Kepala Karantina Pertanian dr Bukhari dalam sambutannya mengatakan program gerakan tiga kali lipat ekspor ini sudah berlangsung sejak awal 2021. Hal ini menurutnya sebagai bentuk pemulihan ekonomi nasional dalam bidang komoditas pertanian, Pada Jumat pagi khususnya Bengkulu (31/12/2021).

Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo dan Kepala Kepolisian RI, Jendral Listyo Sigit Prabowo, secara virtual bersama Gubernur Bengkulu Dr. Rohidin Mersyah M.MA dan Kapolda Bengkulu yang diwakili AKM Tk. III Kombes Bambang Purwanto melepas ekspor pertanian tutup Tahun 2021.

Kementerian Pertanian (Kementan) menutup tahun 2021 dengan menggelar Gebyar Ekspor Pertanian dari 34 provinsi yang volumenya mencapai 1,3 juta ton, senilai Rp 14,4 triliun ke 124 negara. Kegiatan yang mengangkat tema “Ekspor Tangguh, Indonesia Tumbuh” ini dihadiri langsung Mentan Syahrul Yasin Limpo (SYL), Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman guna melepas ekspor sekaligus patroli laut gabung di Pelabuhan Soekarno Hatta, Makassar, Sulawesi Selatan.

“Menutup akhir tahun 2021 ini kita melakukan giat ekspor serentak dari 34 propinsi pintu ekspor secara langsung sebanyak 1,3 juta ton senilai Rp 14,4 triliun ke 124 negara tujuan ekspor. Ini membuktikan tidak ada daerah yang tidak melakukan ekspor. Tahun depan wujudkan kita ekspor tiga kali lipat dari ini,” demikian dikatakan Mentan Syahrul pada acara Gebyar Ekspor di Pelabuhan Soekarno Hatta, Makassar, Jumat (31/12/2021).

Syahrul juga menegaskan bahwa sektor pertanian dalam dua tahun terakhir ini yakni masa pandemi COVID- 19 menjadi penyangga utama pertumbuhan ekonomi nasional. Pasalnya, berdasarkan data BPS, hanya PDB di sektor pertanian yang pertumbuhanya tumbuh positif pada triwulan II 2020 yakni 16,4 persen, sementara sektor lainnya mengalami kontraksi.

“Kemudian nilai ekspor pertanian Januari-Desember 2021 sebesar Rp 451,77 triliun naik 15,79 persen dibanding 2019 yang hanya Rp 390,19 triliun,” ungkapnya.

“Kinerja sektor pertanian pun ditunjukan tidak ada impor beras dalam 2 tahun terakhir ini. Dan kita tahun ini punya surplus beras 9 juta ton. Oleh karena itu, untuk memperkuat sektor pertanian ke depannya kami butuh pengawalan dari kepolisian,” sambung Syahrul.

Sementara itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan apresiasi atas capaian prestasi Kementan di bawah kepemimpinan Mentan SYL yang mampu menjadi sektor pertanian sebagai penyelamat pertumbuhan ekonomi nasional di masa sulit yakni pandemi Covid-19 hingga saat ini. Terbukti, hari ini menutup tahun 2021 dapat melakukan gebyar ekspor dengan nilai ekspor Rp 14,4 triliun sehingga ini menjadi kinerja yang benar-benar terlihat dan tidak mudah untuk diwujudkan kalau tidak dengan kerja keras.

“Apalagi ini dicapai di masa pandemi Covid-19, dunia mengalami kesulitan dan pertumbuhan ekonomi di semua sektor mengalami kontraksi. Namun Kementan justru melakukan memberikan pertumbuhan yang luar biasa dibuktikan dengan surplus nilai ekspornya,” ujarnya.

Sigit pun menegaskan Mentan SYL tak hanya berhasil meningkatkan nilai ekspor, namun juga mampu membuat surplus produksi beras sehingga terdapat stok beras hingga saat ini sebesar 9 juta ton. Menurutnya, ini tentunya prestasi yang luar biasa sebab dibuktikan oleh kepolisian di lapangan dengan melakukan pengecekan stok pangan setiap 3 bulan.

“Kami dari Kepolisian siap bersinergi melakukan pengawalan untuk memperkuat stok pangan nasional. Pak Menteri sampaikan di tahun 2022 merencakaan ekspor beras, jika ini terjadi tentunya memecahkan rekor. Adanya stok beras 9 juta tentu membuat negara ini tenang dan tidak perlu impor,” tegasnya.

Ekspor Karet olahan, Cangkang, Kopi dan SBW Bengkulu
Dalam kesempatan yang sama Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah secara langsung melepas 100 Ribu kilogram komoditas karet olahan dari PT. BAM, Talang Empat Kabupaten Bengkulu Tengah. Disaksikan dan ditayangkan langsung secara virtual bersama dengan 34 propinsi lainnya Rohidin melepas karet olahan senilai 2,5 miliar tujuan Afrika Selatan.

Selama tahun 2021 sebanyak 7,752,17 Ton karet olahan senilai 187,6 Milyar lebih dari tiga pabrik besar di Bengkulu berhasil diekspor ke 5 negara yaitu Afrika Selatan, Amerika, Serikat, Cina, India, Kanada dan Rusia. Tahun ini juga Kopi Bengkulu dalam bentuk biji (green bean) sebanyak 36,5 Ton berhasil diekspor memenuhi permintaan 11 negara di tiga benua. Menurut data Dirjen Perkebunan Kementan, produksi kopi Bengkulu merupakan peringkat ke 5 nasional dengan capaian produksi 62.704 ton di tahun 2020 dan diprediksi mencapai 69.861 Ton di Tahun 2021, tentu ini sangat membanggakan.

Kepala Karantina Pertanian Bengkulu, Bukhari, menjelaskan tahun ini terjadi peningkatan frekuensi dan volume ekspor yang signifikan dari propinsi Bengkulu. Ekspor komoditas Karet, cangkang sawit dan kopi biji telah dilalulintaskan sebanyak 53,537,67 ton melalui pelabuhan laut Pulau Baai Bengkulu, 6.310,08 ton melalui pelabuhan sungai Boom Baru dan 1458,57 ton melalui pelabuhan laut Tanjung Priok.

Untuk sektor komoditas karantina produk hewan, sarang Burung Walet (SBW) sebagai bahan baku telah dilalulintaskan dari Bengkulu melalui sebanyak 7.659,818 kilogram senilai 64,7 miliar lebih melalui Bandar Udara Fatmawati Soekarno. Produk ini nantinya akan diolah di pulau kawa untuk menjadi produk siap konsumsi lalu diekspor dengan tujuan utama Ke Cina.

Pewarta: Panji Putra Pradana

Latest news
Related news