Telisik.co, Bengkulu- Sidang lanjutan kasus Dugaan Korupsi Pengendali Banjir Sungai Bengkulu dengan putusan pengadilan yang dilaksanakan oleh Hakim Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (PN-Tipikor) Bengkulu memutuskan bahwa ketiga terdakwa dalam perkara dugaan korupsi pembangunan Pengendali Banjir Sungai Bengkulu Tahun 2019 ini bebas dari jeratan hukum.

Dalam pembacaan putusan, hakim Fitrizal Yanto memvonis kontraktor CV Merbin Indah Isnani Martuti, Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Provinsi Bengkulu Hapizon Nazardi selaku kuasa anggaran, dan Direktur CV Utaka Esa Ibnu Suud sebagai konsultan pengawas tidak terbukti bersalah.

“Hakim pengadilan dengan ini memutuskan ketiga terdakwa tidak terbukti melakukan tindak pidana korupsi dalam pengerjaan proyek senilai Rp 6,9 miliar tersebut,” ungkap hakim saat sidang pada Rabu (6/10/21).

Lalu hakim Fitrizal memerintahkan kepada Jaksa, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu untuk segera membebaskan ketiganya yang saat ini mendekam di Rumah Tahanan Kelas IIB Bengkulu.

Lalu dilihat dari putusan sidang sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) telah menuntut para terdakwa dengan masing-masing Isnaini 4 tahun penjara, Hapizon Nazardi dan Ibnu Suud masing-masing dituntut 2 tahun 6 bulan.

“Atas vonis bebas ini, kami akan berkoordinasi dengan pimpinan untuk melakukan kasasi,” kata Jaksa Rozana Yudhistira.

Pewarta: Panji Putra Pradana