Telisik.co, Bengkulu – Saat ingin menggunakan moda transportasi udara di tengah pandemi Covid 19, pihak bandara Fatmawati Soekrno memiliki syarat khusus untuk calon penumpangnya. Bahkan saat ini Pemerintah telah menyediakan sebuah Platform berupa Aplikasi yaitu PeduliLindungi, yang telah terintegrasi dengan data kesehatan yaitu hasil test PCR/antigen dan Sertifikat Vaksin.

“Aplikasi ini sangat perlu dimiliki oleh setiap calon penumpang, untuk mempermudah dan mempercepat pelaksanaan validasi dokumen serta efektif digunakan calon penumpang, guna menghindari resiko penularan covid-19,” kata EGM PT Angkasa Pura II (Persero) Kantor Cabang Bandara Fatmawati Soekarno, Heru Karyadi.

Heru mengatakan, bahwa pihaknya telah bekerjasama dengan seluruh stakeholder terkait, seperti Kantor Kesehatan Pelabuhan dan pihak maskapai dalam mendukung program tersebut. Terlebih lagi saat ini pihaknya juga menyediakan fasilitas dan personil, guna pemeriksaan validasi secara digital di area lobby keberangkatan, tepat sebelum penumpang memasuki pintu keberangkatan.

“Kami juga telah menyiapkan personil frontliner untuk mengarahkan penumpang ke titik digital validasi dokumen. Tentunya dengan memberikan informasi seputar aplikasi PeduliLindungi terlebih dahulu kepada penumpang yang belum menggunakannya,” jelasnya pada Kamis, (12/8/2021).

Heru menjelaskan, pada saat ingin melakukan validasi calon penumpang, cukup menampilkan QRCode yang tertera di Aplikasi PeduliLindungi. Lalu pilih menu paspor digital, kemudian klik hasil Test Covid dan nantinya akan muncul informasi yang berisikan QRcode untuk selanjutnya discan oleh petugas maskapai. Kemudian jika hasil test PCR atau Antigen dilakukan di Faskes yang telah terintegrasi dengan Aplikasi PeduliLindungi, secara otomatis dokumen tersebut akan terbaca oleh petugas. Hasil scan nantinya akan ada 2 hasil yaitu laik terbang atau tidak laik terbang.

“Bagi penumpang yang berstatus laik terbang, diperkenankan langsung memasuki pintu keberangkatan, kemudian diperiksa oleh petugas Avsec, seperti biasa serta dapat melakukan checkin. Sedangkan hasil yang menunjukan status tidak laik terbang, petugas akan mengarahkan calon penumpang untuk mengantri pada titik validasi dokumen secara manual yang akan divalidasi langsung oleh tim Kantor Kesehatan Pelabuhan,” papar Heru.

Lebih lanjut ditambahkan EGM PT Angkasa Pura II ini, bahwa calon penumpang yang menggunakan Aplikasi PeduliLindungi ini, harus memiliki smartphone. Mengingat bagi yang tidak, akan layani dengan cara manual.

“Diharapkan dengan menggunakan sistem itu, selain mempercepat proses validasi, juga mengurangi resiko penyebaran covid-19. Lantaran yang bisa terbang yang tidak membawa virus tersebut ke atas pesawat terbang,” pungkasnya.

Pewarta: Panji Putra. P