Telisik.co, Bengkulu – Meski pada saat ini pandemi COVID-19 belum juga menurun, tren ekspor komoditas pertanian dan perkebunan tetap berjalan. Pada saat ini permintaan dunia akan bahan baku industri dari Provinsi Bengkulu salah satunya komoditas karet tetap dapat terpenuhi.

Kepala Karantina Pertanian Bengkulu Drh Bukhari menjelaskan, bahwa belum lama ini pihaknya tetap melakukan koordinasi dan supervisi ke PT Batanghari Bumi Pratama (BPP) di Bengkulu Tengah untuk akan kebutuhan bahan baku industri karet.
Ia juga mengatakan saat ini Negeri Paman Sam, Amerika Serikat telah memesan sebanyak 33,28 ton komoditas karet yang di produksi dari Provinsi Bengkulu.

“Pada saat ini kami lakukan supervisi atas permintaan komoditas 33,28 ton karet olahan ke BPP yang memiliki ketersediaan stok bayak. Ini menjadi salah satu langkah untuk mengoptimalkan gerakan tiga kali ekspor (Gratieks) pertanian di Provinsi Bengkulu meski saat ini dalam kondisi pandemi,” kata Bukhari, Selasa (10/8/21).

Sambungnya, selain melakukan monitoring pelaksanaan tindakan Karantina, koordinasi juga melihat kesiapan rencana ekspor 33, 28 ton karet olahan jenis SIR 20 senilai Rp11,5 miliar agar komoditas karet ini memiliki kecakupan yang layak.

PT. BBP merupakan salah satu pabrik pengolahan karet terbesar di Bengkulu. Bahwa Perusahaan ini juga telah ditetapkan sebagai Instalasi Karantina Tumbuhan (IKT). Tindakan karantina ini diberlakukan dengan fumigasi terhadap media pembawa kemasan kayu (Pallet) yang digunakan sebagai kemasan kayu Karet yang siap diekspor.

“Fumigasi ini dilakukan sesuai standar konvensi perlindungan tanaman internasional (IPPC) terutama ISPM #15 agar kemasan kayu terbebas dari organisme penganggu tumbuhan (OPT) yang dapat terbawa selama distribusinya ke negara tujuan,” pungkas Bukhari. [Panji Putra Pradana]