Briptu Nina Octaviana berseragam lengkap Peacekeeper Polri untuk misi perdamaian PBB, Foto: Dok

Telisik.co, Bengkulu – Tahun 2016 lalu salah seorang polwan yang berdinas di Polda Aceh sempat menjadi perbincangan publik dunia maya, namanaya Briptu Nina Octaviana. Ia viral di jagat maya lantaran menjadi satu-satunya perempuan yang bertugas di satuan Gegana Sat Brimob Polda Aceh. Selain beban tugas yang tak biasa, parasnya yang cantik turut menuai pujian ditambah dengan tampilan yang selalu mengenakan hijab saat berdinas. Kala itu Briptu Nina masih berpangkat Bripda dengan status single.

Siapa sangka polwan yang sempat viral itu kini berdinas di Bengkulu. Ia berpindah tugas menjadi salah satu personil kepolisian di Bidang Humas Polda Bengkulu. Usut punya usut, Briptu Nina ternyata dipersunting salah seorang polisi lulusan Akpol tahun 2012 yang kala itu menjabat Kapolsek Pondok Kelapa, Bengkulu Tengah, Iptu Radian Andy Pratomo. Mereka melaksanakan akad nikah di Banda Aceh pada Tahun 2016 lalu. Mereka kini telah dikaruniai seorang anak laki-laki.

Selain berparas cantik, perempuan berdarah Aceh ini memiliki motivasi tinggi untuk misi perdamaian dunia. Ia sempat berniat mendaftarkan diri sebagai peacekeeper Polri untuk misi perdamaian PBB. Motivasi itu muncul saat Briptu Nina mengikuti Diktuk Polwan. Dimana saat itu Briptu Nina memperoleh informasi bahwa Polri akan mengirimkan pasukan pada misi perdamaian PBB. Namun, harapan itu sempat pupus karena Polri pada saat itu tidak melibatkan polwan.

Motivasi Briptu Nina tak luntur walaupun sudah berstatus seorang istri sekaligus seorang ibu, semangat Nina untuk menjadi peacekeeper Polri terus menggelora.  Akhirnya hingga pada tahun 2018 barulah Polri melibatkan polwan dalam misi perdamaian PBB dan pada tahun 2020 lalu Briptu Nina mengikuti seleksi. Beruntung, Briptu Nina menjadi satu-satunya Polwan asal Bengkulu yang dinyatakan lolos. Saat ini Briptu Nina sedang melaksanakan pra penugasan FPU 3 Minusca di Pusdik Lantas Serpong Tangerang, Jakarta.

“Motivasi saya menjadi seorang peacekeeper pertama saya ingin menjadi duta bangsa dan saya ingin membuktikan pada dunia bahwa polwan Indonesia hebat. Selain itu keluarga dan suami saya yang merupakan veteran peacekeeper selalu memberikan support untuk karir saya” ungkap Briptu Nina, Jum’at, (09/07/2021).

Namun resikonya Briptu Nina harus rela berpisah dengan keluarga demi tugas mulia menjadi seorang pasukan perdamaian. Dilema yang mungkin sangat berat bagi kebanyakan orang, berstatus sebagai seorang istri sekaligus ibu yang harus rela meninggalkan keluarga demi tugas negara. Namun, dilema itu mampu ia lalui dengan baik, “komunikasi adalah obat rindu yang kerap saya lakukan di sela-sela waktu latihan” kata Polwan kelahiran 1993 ini.

Editor: Iman SP Noya