6 C
London
Jumat, November 26, 2021

Korupsi Anggaran Rutin Polres Lebong, Bripka Bambang Divonis 5 Tahun Penjara

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Telisik.co, Bengkulu- Bripka Bambang Rudiansyah, polisi yang bertugas di Polres Lebong diduga melakukan tindak Pidana korupsi anggaran rutin Polres Lebong, bulan Januari-Juli 2021 senilai 3 Miliar lebih divonis 5 Tahun kurungan penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tipikor Bengkulu, Kamis (22/10/2021).

Sidang vonis tersebut diketuai Hakim Dwi Purwati, Hakim Agusalim dan Hakim Diki Wahyudi menyatakan Bripka Bambang Rudiansyah terbukti sah melanggar pasal berlapis yakni Pasal 8 dan 9 Undang -Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dan Pasal 3 Undang – Undang Nomor 8 tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

“Menyatakan terdakwa Bambang Rudiansyah, SH terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi dan tindak pidana pencucian uang sebagaimana dalam dakwaan kesatu primair pasal 8 Jo Pasal 18 ayat 1 huruf A huruf b, Ayat 2 l, Ayat 3 UU RI No. 31 Tahun 1999 dan kedua pasal 3 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2010 tentang pencegahan dan pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang,”Kata Hakim saat membacakan vonis terdakwa Bambang Rudiansyah.

Kasi Penkum Kejati Bengkulu, Ristianti Adriani, SH. MH mengatakan terdakwa
Bripka Bambang Rudiansyah juga dijatuhkan Pidana denda sebesar Rp. 300 juta rupiah subsidair 3 bulan kurungan.

Lalu, terdakwa juga dijatuhkan Pidana tambahan berupa pembayaran uang pengganti sebesar Rp. 3 Miliar lebih dikurangkan dari uang titipan sebesar Rp. 137 juta rupiah kepada JPU dan pengembalian uang sebesar Rp. 570 juta lebih yang telah dikembalikan kepada pihak Polres Lebong sehingga berjumlah Rp. 707 lebih dirampas untuk Negara dan diperhitungkan sebagai uang pengganti pengembalian Kerugian Negara (KN) dan membebankan kepada terdakwa uang pengganti sebesar Rp. 2.3 Miliar lebih.

“Uang pengganti sebesar 2 Miliar lebih dari uang pengganti 3 miliar lebih dan dikurangkan uang titipan sebesar 700 juta lebih. Jadi total uang pengganti 2 miliar lebih. Sikap kita pasca vonis diberikan waktu 7 hari meminta petunjuk dari pimpinan,” Sebut Ristianti.

 

Pewarta: Mahmud Yunus

Latest news
Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here