26.4 C
Indonesia
Jumat, Desember 2, 2022

LIRA Bengkulu Laporkan PT Pamor Ganda ke Dirjen Agraria

Telisik.co, Jakarta – Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Provinsi bengkulu temui Direktur Agraria Kementrian ATR/BPN Republik Indonesia, Andi Tenrisau. Pada pertemuan yang digelar pada Kamis, 6 Juli 2022 itu, LIRA melaporkan langsung konflik yang tengah dihadapi masyarakat Bengkulu Utara atas keberadaan perusahaan perkebunan karet, PT Pamor Ganda.

Dikatakan Gubernur LIRA Provinsi Bengkulu, Magdalena Mei Rosha, dalam pertemuan itu ia meminta pihak Kementrian ATR/BPN segera mengambil langkah strategis agar konflik perusahaan dengan masyarakat tidak berkepanjangan. Kondisi di lapangan sangat berpotensi chaos apabila pemerintah tidak segera bertindak.

“Atas nama masyarakat, kami berharap kepada Bapak Dirjen Agraria untuk turun langsung dan ikut menyelesaikan konflik ini karena telah berbagai cara kami lakukan tapi tak kunjung ada solusi” jelas dia perempuan yang akrab disapa Ocha ini.

Lanjut Ocha, Menurut keterangan warga setempat, keberadaan PT Pamor Ganda sudah sudah bermasalah sejak awal berdiri, mulai dari penyerobotan lahan masyarakat secara paksa tanpa ganti rugi hingga tidak mengalokasikan kewajiban kebun plasma.

Saat ini konflik antara warga dengan perusahaan semakin meruncing. Penyebabnya pihak perusahaan terindikasi melakukan klaim sepihak dengan dalih telah mengalokasikan 20 persen kebun plasma untuk masyarakat. Klaim yang terindikasi fiktif itu kemudian menjadi dasar untuk mengajukan perpanjangan HGU yang telah habis sejak tahun 2018 lalu.

“Selain itu pihak PT Pamor Ganda tidak pernah mengindahkan berbagai macam teguran dan arahan dari Gubernur Bengkulu, terakhir Gubernur Bengkulu menyampaikan surat larangan replanting dan agar pihak perusahaan membuka data plasma, Namun, surat atas nama negara itu diacuhkan oleh PT Pamor Ganda”. Jelas Ocha.

Menurut Ocha, kedatanganya ke Kementiran ATR/BPN diterima dengan baik dan pihak Dirjen Agraria menyampaikan terima kasih atas kesedian LIRA mengadovaksi masyarakat dalam menyelesaikan konflik agraria yang saat ini tengah menjadi prioritas pemerintah untuk diselesaikan.

Kemudian kata Ocha, Andi Tenrisau akan segera berkoordinasi dengan Kanwil BPN Bengkulu terkait dengan konflik warga dengan PT Pamor Ganda. “Hak masyarakat harus dilindungi dan masyarakat harus kita bantu, saya juga akan segera merekomendasikan Ditjend 7 untuk membantu menyelesaikan persoalan ini” kata Andi Tenrisau seperti ditirukan Ocha.

Editor: Alfridho Ade Permana

Latest news
Related news