20.4 C
Indonesia
Sabtu, Oktober 1, 2022

LSM Gerak Dua Kali Surati Satker PJN II Bengkulu Tidak Mendapat Balasan

Telisik.co, Bengkulu – Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Masyarakat Anti Kemiskinan (GERAK) Provinsi Bengkulu, sudah dua kali melayangkan surat untuk melakukan konfirmasi terkait aktivitas pekerjaan pemasangan Guiding Block di jalur lintas Sumatra, Pagar Dewa sampai Padang Kemiling Kota Bengkulu kepada pihak Satker PJN II Bengkulu, namun belum juga mendapat tanggapan.

Suharman Ketua Umum LSM GERAK Provinsi Bengkulu memgatakan, pihaknya hanya mengajukan klarifikasi atas aktivitas proyek pemasangan Guiding Block di Jalan lintas Sumatra Pagar Dewa hingga Padang Kemiling Kota Bengkulu, kepada pihak penggungjawab kegiatan ini.

“Disini pihak kami telah melayangkan dua kali surat untuk melakukan klarifikasi atas aktivitas proyek pemasangan guiding block yang berada di lintas Sumatera mulai dari pagar Dewa hingga Padang Kemiling Kota Bengkulu. Namun sampai saat ini kami belum mendapat respon dari pihak satker PJN II Bengkulu,” jelasnya.

Suharman menjelaskan bagaimana tugas penting dari Padat karya, bahwa Padat Karya ini merupakan kegiatan pembangunan proyek yang lebih banyak menggunakan tenaga manusia jika dibandingkan dengan tenaga mesin, yaitu dengan menggunanakan tenaga manusia dalam jumlah besar. Dalam hal ini tujuan utama dari program padat karya adalah untuk membuka lapangan kerja bagi keluarga-keluarga miskin atau kurang mampu yang mengalami kehilangan penghasilan atau pekerjaan tetap.

Proyek padat karya merupakan program pemerintah melalui Bappenas untuk memberi lapangan kerja terutama yang kehilangan pekerjaan pada masa sulit., Sehingga dapat menggurangi angka pengangguran. Salah satu contoh bentuk dari pekerjaan padat karya adalah pekerjaan kontruksi seperti perbaikan jalan, saluran, dan sebagainya.

“Bahwa, pada tangal 13 September tahun 2021 tim dari LSM Gerak provinsi Bengkulu melakukan investigasi terkait aktivitas proyek Guiding Block, di jalur lintas Pagar Dewa sampai padang kemiling, kota Bengkulu. Dalam kegiatan investigasi tersebut Tim dari LSM Gerak provinsi Bengkulu, mendapat informasi dari beberapa sumber di ketahui kegiatan tersebut di biayai dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dalam melalui Sekter Pelaksanaan Jalan Negara II Bengkulu, yang berkantor di jalan Lintas Pulau Baai, Kota Bengkulu,” jelasnya.

Sambungnya demi menggali informasi dari masyarakat yang bersentuhan secara langsung dengan aktivitas proyek Guiding Block, di temukan titik-titik tertentu bahwa proyek tersebut yang mengalami kerusakan, seperti pecah bagian lantai yang terbuat dari matrial jenis keramik, jebol bagian drainase/parit.

“Kami mendapatkan informasi bahwa pekerja yang melakukan pekerjaan guiding block ini berasal dari Provinsi tetangga yaitu dari Sumatra Selatan bukan pekerja lokal. Disini kita juga memperoleh informasi bahwa kegiatan tersebut adalah swakelola atau program padat karya bagi warga yang terdampak covid-19 terutama untuk membantu perekonomian warga yang sedang terpuruk,” jelasnya.

Herman mengatakan bahwa proyek tersebut melakukan beberapa item pekerjaan dari proses pembersihan, pengecoran beton, pembuatan drainase pasang, penggalian baru untuk drainase, serta pemadatan badan jalan di titik tertentu sebelum dilakukan pengecoran.

Dalam hal ini tim LSM Gerak Provinsi Bengkulu juga menemukan peraturan pemerintahan yang tertuang dalam peraturan Menteri Lingkungan Hidup nomor 11 tahun 2006 tentang jenis rencana usaha dan atau kegiatan rencana usaha dan atau kegiatan yang wajib dilengkapi dengan Dokumen AMDAL bagian (H) bidang pekerjaan umum lampiran 22 Nomor 11 tentang pembangunan drainase.

“Kami hanya meminta klarifikasi dari pihak Satker PJN II Bengkulu, apakah proyek tersebut merupakan kegiatan swakelola Padat Karya, berapa panjang proyek tersebut dan berapa anggarannya. Kami juga ingin mengetahui kawasan mana saja yang dikerjakan oleh satker PJN II Bengkulu dan apakah melibatkan warga sekitar, benar biaya anggarannya digunakan sesuai dengan semestinya, kami juga mempertanyakan apakah warga sekitar juga dilibatkan dalam pembangunan yang dibiayai dengan dana APBN, kami juga mempertanyakan Apakah kriteria yang dibuat PJN II Bengkulu agar masyarakat atau kelompok tertentu dapat ikut bekerja dan atau ambil bagian dalam pelaksanaan proyek tersebut,” pungkasnya.
Pewarta: Panji Putra Pradana

Latest news
Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here