Niken, Marisa, dan Putri Mahasiswa Bengkulu, Rabu, 17 November 2020

Protokol kesehatan yang diwajibkan pemerintah ternyata pelan-pelan mulai menjadi kesadara bersama di kalangan masyarakat demikian pula di kalangan kaum milenial yang biasanya sulit dikekang aturan. Kini kaum milenial terutama di Bengkulu sudah mulai menikmati aturan protokol kesehatan seperti mencucui tangan, bermasker dan jaga jarak.

“Kalau bermasker memang kami sudah biasa sejak dulu tapi mencuci tangan dan menjaga jarak diawal-awal sih agak ribet, sedikit aneh dan agak janggal gitu tapi karena semua sudah aturannya jadi sekarang kita juga turut menikmati” kata Niken Ayu Ningtias, mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia UMB usai acara mengikuti sosialisasi Pilkada yang diselenggarakan Garda Rafflesia, Rabu, (17/11/2020)

Niken mengaku awalnya sempat canggung karena terutama menjaga jarak denga teman-temannya yang kebiasaan nongkrong di kampus. Suasana sedikit berubah karena harus duduk diatur saat tapi berlahan waktu semunya dapat menyesuaikan dengan baik.

“Yang paling sulit jaga jarak apalgi kalau yang punya tempat tidak menyampaikan aturan yang ketat. Sering kebablas. Ada waktu kita nongkrong di kantin rame-rame dan duduk berdesakan karena tempat duduk di kantin sedikit tapi Satpam Kampus langsung mengingatkan untuk tidak berkerumun akhirnya teman-teman kita bisa memahmi walaupun beberapa kali tetap melanggar” katanya bercerita.

Putri Hardianty menyampaika hal yang sama, mahasiswa semester 7 ini juga menceritakan kesulitan diawal-awal protokol kesehatan diterapkan. Menurutnya menjaga jarak adalah yang paling sulit dilakukan karena sudah kebiasaan cipika-cipiki saat bertemu teman sesama perempuan.

“Kalau sekarang kalau ketemu dengan teman-teman kita tidak cipika-cipiki lagi atau berpelukan. Kita sudah saling memahami, kita biasanya dengan salam dengan siku tangan saja” kata Putri

Putri juga menceritakan proses belajar di kampus yang sudah menerapkan pembelajaran dengan sistem daring namun sekali-sekali tetap ke kampus untuk breifing materi kuliah atau keperluan yang membutuhkan kehadiran fisik.

“Kalau kuliah sudah daring tapi ada kalanya kita tetap harus ke kampus tapi suasana kampus juga sudah ketat protokol kesehatan seperti tempat mencuci tangan dan sabun sebelum masuk ruangan perkantoran kampus ataupun kelas dan situasi itu sudah menjadi biasa. Intinya sih fine-fine saja” kata Putri

Putri dan Niken sempat mengaku mengalami ketakutan yang berlebihan saat wabah COVID-19 mewabah di Indonesia tapi seiring perkembangan informasi dan protokol kesehatan yang diterapkan pemerintah keduanya mengaku sudah tidak memiliki ketakutan berlebihan.

“Tetap waspada, kalau takut pastinya masih tapi dengan protokol kesehatan secara ketat bagi kami efektif untuk mencegah COVID-19. Intinya patuh dengan aturan yang diterapkan pemerintah” ujar Putri dan Niken