21.4 C
Indonesia
Sabtu, November 5, 2022

Miris Salah Satu SD Negeri di Kaur Tidak Layak Ditunggu

Telisik.co, Kaur – Sangat miris, disaat dengan adanya perkembangan era teknologi 4.0 dan kemajuan pendidikan di indonesia, saat ini masih adanya salah satu Daerah yang belum maju dan tertinggal pasilitas pendidikannya.

Salah satu contoh sekolah yang terletak di Desa Cinta Makmur, Kecamatan Muara Sahung, Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu yang kira-kira 100 km dari pusat Kabupaten ini masih jauh dari kata layak untuk melakukan Akrivitas belajar mengaja.

Dilansir dari laman Okezone, bahkan, di desa yang setidaknya sekira 15 km dari pusat kecamatan ini, hanya terdapat bangunan sekolah SDN 129, yang dibangun secara swadaya oleh masyarakat setempat. Lebih mirisnya lagi, bangunan sekolah itu sudah mulai rapuh termakan zaman.

Kondisi itu ditandai dengan bagian dinding bangunan sudah rapuh, atap sudah bocor, serta banyaknya bangunan berlobang. Terlebih lagi, bangunan yang berukuran sekira 4×1,5 meter itu selalu berlumpur saat dilanda hujan. Sebab, lantainya bangunan masih tanah kuning.

Meskipun demikian, bangunan reyot yang diinisiasi oleh dua ‘Kartini’ asal Desa Cinta Makmur, Ahliah dan Wiliarni itu diberikan pembatas papan untuk dijadikan kegiatan belajar mengajar (KBM). Hal tersebut guna memberikan pelajaran kepada anak-anak di desa terpencil itu.

Tak kalah sedihnya, guru di sana hanya dibayar dengan ucapan terima kasih oleh orangtua murid setiap bulannya. Namun, hal tersebut tidak membuat surut empat guru yang masih berstatus honor untuk memberikan pelajaran kepada 45 murid SD, di desa yang dialami oleh 125 Kepala Keluarga (KK) itu.

Hal tersebut, karena dari guru sama sekali tidak ada biaya seperser pun kepada orangtua murid. Sehingga mereka harus bekerja secara sukarela sejak bangunan sekolah itu berdiri. Tepatnya, pada tahun Juli 2006 hingga sekarang. (Serch : Okezon)

Adapun polemik yang terkait kendala dalam pembangunan gedung dan kemajuan tingkat pendidikan masih belum ada tanggapan terkait pembangunan tersebut, sehingga tidak ada perkembangan yang mengakibatkan penurunan minat siswa didik yang berada di daerah sekitar SD tersebut.

Dengan juga kurangnya pasokan tim pengajar dan fasilitas belajar mengajar. Hal inilah yang menjadi problem yang di alami oleh guru atau siswa yang melangsungkan aktifitas belajar mengajarnya di SD tersebut, sehingga guru mengajar yang seharusnya menggunakan sistem pengajaran kurikulum 2013 sekarang masih melakukan pengajaran dengan kurikulum KTSP 2006.

Problem ini yang di rasakan oleh guru dan siswa yang seharusnya menikmati pendidikan yang layak di tengah kemajuan teknologi yang di nikmati oleh seluruh masyarakat indonesia tetapi tidak untuk SD Negeri 129 Desa Cinta Makmur, Kecamatan Muara Sahung, Kabupaten Kaur.

Menurut informsai yang didapat dari lapangan bahwa sekolah tersebut sudah mendapat bantuan dua gedung, tetapi masih kurang dari yang diinginkan karena dari dua gedung tersebut guru disana masih melakakuan penyekatan dengan triplek membagi dua ruangan kelas.

Ruangan yang miris tersebut juga tetap digunakan. Mirisnya lagi pengajar disana pada saat melakukan pemblajaran sering kehabisan tintah sepidul, karena tidak adanya alat dan kesedian disana mereka rela meminta dan meminjam tinta kesekolah lain.

Kabarnya disana hanya mempunyai dua orang PNS dan lebihnya lagi honorer yang rela menghabiskan waktunya untuk mendidik anak-anak disana. Mereka sangat bersemangat memberikan pengajatan karena anak-anak disana sangat bersemangat untuk menerima ilmu yang diberikan guru disana.

Editor: Panji Putra Pradana

Latest news
Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here