Telisik.co– Tim penyidik tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu resmi meningkatkan status pengusutan kasus dugaan korupsi kegiatan replanting sawit di Kabupaten Bengkulu Utara tahun 2019-2020 sebesar Rp 150 miliar, dari penyelidikan ke penyidikan.

Hal ini ditegaskan Aspidsus Kejati Bengkulu Pandoe Pramoe Kartika, SH.MH saat diwawancarai di Ruang Kopi Jaksa pelayanan Publik Kejati Bengkulu, Kamis (15/7/2021).

“Status penyidikan kita naikkan pada 13 Juli 2021,” kata Pandoe Pramoe Kartika.

Pandoe Pramoe Kartika mengungkapkan, dalam rangkaian penyidikan, pihaknya sudah melakukan penggeledahan di Kantor Dinas Perkebunan Bengkulu Utara.

“Ini merupakan rangkaian penyidikan, mungkin disitu kita bisa mendapatkan bukti-bukti,” ungkap Pandoe Pramoe Kartika

Untuk diketahui, dalam pengusutan ini belasan Ketua Kelompok Tani dan Bendahara Kelompok Tani Bengkulu Utara telah diperiksa penyidik.

Selain itu, Kasi Penyidikan Kejati Bengkulu Danang Prasetyo saat diwawancarai di Kantor Kejati Bengkulu, Kamis (15/7/2021) mengungkapkan, setelah menaikkan status kasus dari penyelidikan ke penyidikan, tim penyidik telah melakukan berbagai rangkaian kegiatan, salah satunya melakukan penggeledahan di Dinas Perkebunan Bengkulu Utara. Sebanyak 12 bok dokumen yang didapat penyidik dari penggeledahan tersebut, yang kemudian dibawa ke Kantor Kejati Bengkulu untuk diteliti.

“Itu merupakan rangkaian penyidikan, ada kita meminta dokumen. Ada beberapa dokumen yang perlu kami ketahui lagi. Artinya masih ada beberapa tahapan lagi yang harus kami selesaikan dalam hal penyidikan Replanting tahun 2019-2020. Mengingat kondisi masih pandemi, kami berupaya bagaimana caranya penegakan hukum tetap jalan dalam situasi ini,” kata Danang.

Danang Prasetyo menyebutkan, ada beberapa ruangan yang digeledah penyidik dan saat penggeledahan, pihak Dinas kooperatif. Mereka memberikan semua dokumen yang dibutuhkan penyidik. Sementara untuk pemanggilan saksi, karena penerima Replanting ini banyak, penyidik berupaya semuanya dipanggil untuk dimintai keterangan. Termasuk dari Dinas Pertanian Tanaman Holtikultura dan Perkebunan Provinsi Bengkulu sudah dimintai keterangan.

“Penyelenggara negaranya pasti ada (dipanggil),” tutup Danang Prasetyo.

Data terhimpun, jumlah kelompok tani di Bengkulu Utara penerima replanting sawit tahun 2019 sebanyak 18 kelompok tani dan 7 kelompok tani ditahun 2020.

Sementara, besaran dana replanting sawit yang diterima per kelompok tani bervariasi tergantung luasan lahan yang disetujui yang besaran danaya mulai dari terkecil Rp 1 miliar hingga terbesar Rp 21 miliar dengan rincian per hektarnya mendapat bantuan  sebesar Rp 25 juta.

Editor : Mahmud Y