Edwart Syamsi

Anggota DPRD Provinsi Bengkulu, Edwar Syamsi (kanan) saat memeberikan keterangan pers, Senin, 14 Juni 2021, Foto: Dok

Telisik.co, Bengkulu – Anggota DPRD Provinsi Bengkulu, Edwar Syamsi meminta Gubernur Rohidin Mersyah mengevaluasi jabatan Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Pemprov Bengkulu lantaran kinerjanya dinilai kurang bagus. Evaluasi itu diminta Edwar agar dilakukan apabila gubernur melakukan mutasi jabatan yang akan datang,

“Jelas-jelas hiba masjid se- Provinsi Bengkulu khususnya Kabupaten Kepahiang ada 50 Masjid itu tidak bisa terealisasi karena tidak di-survei oleh mereka. Bahwasanya anggaranya itu sudah ada di dokumen APBD, bahwasanya di 2021 ini ada banyak masjid itu kurang lebih 50-an. Ada beberapa masjid yang ada di kabupaten-kabupaten di Bengkulu ini akan tetapi SK penerimaanya tidak keluar” jelas Politisi PDI Perjuangan dapil Kepahiang itu, Senin, (14/6/2021).

Edwar mengatakan, Kabag Kesra selaku leading sektor bantuan ke masjid-masjid dan rumah ibadah lain harus lebih proaktif turun ke lapangan bukan berdalih tidak menerima proposal yang telah masuk ke buku APBD.

“Itu bohong semua! coba dipikirkan kalau tidak ada proposalnya, pasti tidak tercantum dalam dokumen APBD kalau tidak ada proposalnya” kata Edwar.

Ia kemudian menjelaskan anggaran dana hibah untuk bantuan masjid-masjid sudah sudah dianggarakan pada saat awal Covid-19 di tahu  2019 lalu. Dana Covid-19 Provinsi Bengkulu yang dialokasi lebih kurang Rp 60 Miliar salah satunya untuk program bantuan ke masjid.

“Saya juga menanyakan dengan kawan-kawan di BPKAD bahwasanya mereka juga meminta kepada Kesra agar juga turun survei sebab dananya itu ada. Sebab di dokumen APBD itu ada, tahun ini ada 50 masjid yang tidak terealisasi pada tahun ini karena dananya ada tercantum dalam dokumen APBD. Saya minta kalau yang tidak becus itu tolonglah diganti” kata Edwar Syamsi. [Panji]