Telisik.co, Kota Bengkulu – Staf Ahli Bidang perekonomian dan pembangunan, Sesda, Kota Bengkulu Syafriandi yang didampingi langsung Camat Selebar Sehmi Alnur, Camat Singaran Pati Alex Periansyah serta DPD PAN Kota Bengkul, melakukan pendampingan kepada 36 siswa SMK Negeri 3 Bengkulu untuk pengambilan ijazah, Senin, (31/08/2021).

Plt Kepala SMK Negeri 3 Bengkulu Ahmad Basori menyambut dengan hangat kedatangan pihak Pemkot Bengkulu yang melakukan pendampingan dan siap bersinergi untuk memberikan ijazah kepada siswa.

“Setelah persyaratan terpenuhi, sekolah langsung memberikan ijazah kepada para siswa, seperti Surat Keterangan Tidak Mampu(SKTM), Buku yang dipinjam, dan salinan atas ijazah yang diterima. Hanya itu saja syaratnya,” ungkapnya.

Hal ini disampaikan Staf Ahli Bidang perekonomian dan pembangunan Pemkot Bengkulu, Safriandi mengatakan pembebasan Ijazah yang dilakukan karena ketidakmampuan siswa/i dalam melunasi tunggakan di sekolah atau iuran SPP dan tunggakan-tunggakan lainnya.

“Hari ini kami memediasi membantu siswa-siswi yang ijazahnya ditahan oleh pihak sekolah dan Alhamdulillah semua ijazah dapat diproses,” ungkap Safriandi, saat mendampingi siswa-siswi dalam pengambilan ijazah di SMKN 3 Kota Bengkulu.

Lanjut Syafriandi tak luput berterimakasih kepada pihak yang telah memberikan kelonggaran, “kami berterimakasih kepada Kepala Sekolah, pihak Dikbud Provinsi, dan pihak Provinsi, Pak Gubernur terimaksih, dan anak-anak sangat senang dengan adanya pembagian ijaza ini kemudian karena ini adalah semua untuk kebaikan bersama dan hal ini dilakukan lebih smute, lebih arif dan bijaksana,” ucap Staf Ahli Sesda Kota Bengkulu ini.

Kalau ada pihak lain yang datang sambung mantan Kadis DKP ini bahwa itu semua untuk meyakinkan ijaza itu ada, dan bisa diambil sesuai apa yang belum di lunasi oleh siswa/i tersebut.

“Salah satu contoh hal yang harus dilengkapi oleh siswa/i ini adalah Buku dan SKTM dan sebagainya. Nah kalau untuk buku ada beberapa hilang silahkan bikin surat pernyataan, terkena banjir, terbakar atau kebakaran itu bisa diakali dengan di Foto copy, untuk buku yang tidak bisa dikembalikan, karena buku ini akan digunakan untuk adik-adik tingkat mereka, maka nantinya kita akan ajukan ke Baznas,” ungkapnya.

“Hari ini ijaza mereka itu sudah bisa diserahkan karena pihak sekolah ada kegiatan lain maka untuk sementara lagi ingin diproses. Dan besok siswa yang sudah dalam bantuan kita tadi sudah bisa mengambil ijazah tersebut asalkan syarat yang diminta seperti buku dan SKM itu sudah dikembalikan,” tegas Safriandi.

Ditambahkan Camat Selebar Kota Bengkulu Sehmi Alnur didampingi Camat Singaran Pati, Alex Periyansyah, pembebasan ijazah hari ini berjumlah 36 ijazah, 23 melalui Pemkot Bengkulu, dan 13 dari DPD PAN yang memang sudah membuka posko pengaduan.

“Pembebasan Ijazah hari ini dilakukan karena wujud kepedulian kita semua, rata-rata anak yang ingin mengambil ijaza ini mereka lulusan tahun yang bervariasi mulai tahun 2017 hingga tahun 2021 dan mereka ini pada prinsipnya adalah dari keluarga yang tidak mampu yang melapor dengan Pak Walikota Helmi Hasan, agar dibantu mendampingi mereka,” katanya.

Ditempat yang sama, Ketua DPD PAN Kota Bengkulu, Teuku Zulkarnain mengungkapkan, hari kedua kami pihaknya mendatangi SMKN 3 Kota Bengkulu bersama dengan Pemkot Bengkulu.

“Hari kedua DPD PAN Kota Bengkulu mendatangi SMKN 3 dan kebetulan ternyata dari Pemkot Bengkulu dan pihak Kecamatan juga membawa Adik-adik, lalu bersama-sama untuk membantu dalam pengambilan ijazah yang ditahan karena tunggakan SPP dan lainnya.” kata¬† Tengku. [Panji Putra Pradana]