23.4 C
Indonesia
Selasa, November 1, 2022

Pengurus FSPPP-SPSI Provinsi Bengkulu Dilantik

Telisik.co, Kota Bengkulu – Pengurus Federasi Serikat Pekerja Pertanian dan Perkebunan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSPPP-SPSI) Provinsi Bengkulu resmi dilantik dengan Septi Peryadi sebagai ketua. Ia akan dibantu oleh Sahroni sebagai sekretaris dan Aan Februarianta sebagai bendahara.

Pelantikan yang berlangsung di Hotel Putri Gading, Pantai Panjang, Kota Bengkulu ini turut dihadiri pengurus pusat FSPPP-SPSI dan digelar bersamaan dengan pelantikan FSPPP-SPSI Bengkulu Tengah, Senin, (30/05/2022)

Septi Peryadi mengatakan, FSPPP merupakan organisasi yang tergabung dalam Serikat Pekerja Seluruh Indonesia. Di bawah kepemimpinanya FSPPP akan menguatkan konsolidasi internal organisasi dan percepatan program kerja untuk kesejahteraan buruh yang tergabung di FSPPP Provinsi Bengkulu.

Mantan Wakil Bupati Bengkulu Tengah itu menyatakan siap mengemban amanah yang telah diberikan terutama dalam memperjuangan hak-hak buruh yang berkerja di sektor perkebunan dan pertanian. Namun, di sisi lain Ia juga menekankan agar buruh harus tetap mengimbangi dengan kewajiban di perusahaan tempat bekerja.

“Hak-hak dan kesejahteraan bagi buruh adalah prioritas kami tapi buruh juga warus mentaati kewajibanya sebagai karyawan sesuai dengan regulasi yang berlaku. Ada keseimbangan, jangan hanya menuntut hak tapi kewajiban tidak dipenuhi. Di sinilah peran FSPPP, hadir sebagai fasilitator” jelas Septi.

Septi menuturkan, kedepan akan dilakukan pembinaan kepada seluruh pekerja khususnya yang bekerja di perusahaan pertanian dan perkebunan. Salah satunya peningkatan skil sehingga selaras dengan kebutuhan pemilik perusahaan.

‘’Kita upayakan kedepan, akan ada upaya kerjasama antara perusahaan dengan pekerja. Jangan sampai nanti malah bertolak belakang. Kita akan berikan pembinaan berupa peningkatan skil, pemahaman regulasi kepada seluruh pekerja dan perusahaan akan kita berikan masukan,’’ kata dia.

Demikian pula isu strategis terkait dengan buruh yang kerap dijadikan komoditas kepentingan politik. Ia menekan politik buruh harus selaras dengan tujuan pembangunan dengan tetap menjaga kemanan dan ketertiban di tengah masyarakat.

“Seluruh pengurus dan anggota FSPPP-SPSI harus ikut berkontribusi dalam pembangunan, berkolaborasi dengan seluruh pihak termasuk dengan pemerintah, aparatur negara, perusahaan tempat bekerja dan seluruh stake holder. Buruh harus menjadi motor dalam mendorong pembangunan dan menciptakan keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat” tutup Septi.

Editor: Alfridho Ade Permana

Latest news
Related news