Telisik.co, Kota Bengkulu – Dalam meluruskan masalah penambil alihan pusaka Penja Tabut Iman Sugolo oleh orang yang tidak berhak. Disini Pemegang Penja Tabut Imam dan Pelaksana Upacara Tabut Iman Ir Achmad Syiafril mengakan bahwa tidak ada lagi tabut berkas dan juga tidak ada lagi tabut Kampung Batu, ini disampaikan pada saat sebelum ritual duduk Penja, Jumat (13/8/2021).

Setelah melalui proses panjang selama 6 (enam) bulan, Pusaka Penja Tabut Imam Senggolo terdiri atas Bakul Besar dan Bakul Kecil dapat diserah-terimakan oleh Penyidik SubDit Renakta Dit Reskrimum Polda Bengkulu kepada Pewaris Tabut Imam Senggolo yaitu Bunda Nurbaya binti Abdul Kader bin Haji Muhammad Thaher pada Tanggal 2 Maret 2021 seperti tercantum.

Akhirnya, pada 07 Juli 2021 Bunda Nurbaya binti Abdul Kader bin Haji Muhammad Thaher membuat surat Pernyataan & Penyerahan Penja Tabut Imam Bakul Besar dan Bakul Kecil kepada Achmad Syiafril selaku pemegang sejak 1994 surat terlampir yang secara resmi diserah-terimakan pada 22 Jul 2021 dengan catatan bahwa Penja Bakul Besar tidak bisa lagi dititipkan.

Untuk selanjutnya Penja Tabut Imam Bakul Besar dititipkan kepada S. Effendi Hadi bin Abdul Hadi bin Zakaria bin Haji Muhammad Thaher untuk menegakkan Tabut Abdullah Sabedan di MALABRO dalam surat penitipan terlampir. Sebelum 1982 tidak ada juga Tabut di Berqas, Tabut Imam adanya di Pasar Baru, hanya Gerga Tabut Imam yang terletak di Berqas dikarenakan tempo dulu tanah tempat berdirinya Gerga Imam tersebut adalah juga milik orang Pasar Baru, Dengan demikian, sampai dengan tahun 1981 publik taunya hanya ada TABUT PASAR BARU seperti di bawah ini adalah Duduk Penja pada han Ahad 27 Januari 1974, Tabut Imam dipegang oleh Said Zakaria bin Zakaria bin Haji Muhammad Thaher.

Prosesi Duduk Penja, Foto: Panji Putra. P

Kemudian satu contoh lagi yaitu Tabut Imam pada hari Ahad, 28 Agustus 1955 sesudah Tabut Naik Punak dan Tabut akan diarak menuju Kerbala Senen, 29 Agustus 1955. Pada waktu itu Tabut Imam dipegang oleh Abdurrahman bin Djakfar bin Haji Muhammad Thaher terletak di rumah Djakfar bin Haji Muhammad Thaher.

Mamu Syiafril mengatakan saat duduk penja Tabut Imam hari ini dapat terlaksana berkat bantuan hukum dari Kapolda Bengkulu, Direktur Reskrimum, dan KaSubDit Renakta Dit.Reskrimum Polda Bengkulu, beserta jajaran penyidiknya.

“Untuk itu, kami dari komunitas Tabut Imam Senggolo, komunitaes Juru Kunci Tabut Pondok Juada-Padang Jati-Padang Kerbala, dan komunitas Tabut Abdullah Sabedan menyampaikan rasa terima kasih sebesar-besarnya kepada Kapolda Bengkulu, Direktur Reskrimum, dan khususnya Kepala SubDit Renakta Dit Reskrimum Polda Bengkulu beserta jajaran penyidiknya. Adapun rasa terimakasih tersebut adalah atas bantuan hukum yang diberikan kepada kami terhadap pengambilan Barang Pusaka Penja Tabut Imam Senggolo oleh orang yang tidak berhak pada 26 dan 29 Agustus 2020 dan kemudian kami laporkan kepada Kapolda Bengkulu pada 10 September 2020 lalu,” pungkasnya. [Panji Putra Pradana]