Humas Polri, Foto: Humas

Telisik.co, Jakarta – Polri memastikan bahwa penanganan proses hukum mulai dari penerimaan laporan, penyelidikan, hingga penghentian kasus dugaan pemerkosaan di Luwu Timur, Sulawesi Selatan (Sulsel), sudah berjalan sesuai prosedur yang berlaku.

Kadiv Humas Polri Irjehumas n Argo Yuwono memaparkan kronologi penanganan perkara kasus pemerkosaan yang terjadi di Luwu Timur. Ia memaparkan mulai dari pihak kepolisian melakukan tindaklanjut adanya laporan terkait ini ke Polres Luwu Timur pada tanggal 9 Oktober 2019 lalu.

Setelah menerima laporan tersebut, Polisi mengantarkan ketiga anak untuk dilakukan pemeriksaan atau Visum Et Repertum bersama dengan ibunya serta petugas P2TP2A Kabupaten Luwu Timur.

“Hasil pemeriksaan atau visum dengan hasil ketiga anak tersebut tidak ada kelainan dan tidak tampak adanya tanda-tanda kekerasan,” kata Argo dalam keterangannya, di Jakarta, pada Jumat lalu (8/10/2021).

Sementara itu, dari laporan hasil asesamen P2TP2A Kabupaten Luwu Timur bahwa tidak ada tanda-tanda trauma pada ketiga anak tersebut kepada ayahnya. “Saat sang ayah datang di kantor P2TP2A ketiga anak tersebut menghampiri dan duduk dipangkuan ayahnya,” ujar Argo.

Didalam hasil pemeriksaan Psikologi Puspaga P2TP2A Luwu Timur, ketiga anak tersebut dalam melakukan interaksi dengan lingkungan luar cukup baik dan normal. Serta hubungan dengan orang tua cukup perhatian dan harmonis, dalam pemahaman keagamaan sangat baik termasuk untuk fisik dan mental dalam keadaan sehat.

Argo mengungkapkan, hasil visum di RS Bhayangkara Polda Sulsel juga tidak ditemukan kelainan terhadap anak perempuan tersebut. Sementara, anak laki-lakinya tidak ada temuan atau kelainan juga. Setelah melakukan rangkaian prosedur hukum, Polres Luwu Timur pun pada 5 Desember 2019 melakukan gelar perkara. Adapun kesimpulannya adalah menghentikan penyelidikan perkara tersebut.

“Dalam hal ini tidak ditemukan bukti yang cukup adanya tindak pidana sebagaimana yang dilaporkan,” ucap Argo.

Sementara, Polda Sulsel pada tanggal 6 Oktober 2020 lalu juga telah melakukan gelar perkara khusus dengan kesimpulan menghentikan proses penyelidikannya.

Dengan adanya pemberhentian kasus tersebut, pihak Badan Reserse Kriminal Umum Polri akan mengirim tim asistensi untuk mendampingi penanganan kasus pemerkosaan anak di Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Tim tersebut akan membantu Polres Luwu Timur dan Polda Sulawesi Selatan untuk menangani kasus ini.

“Hari ini tim asistensi Wasidik Bareskrim yang dipimpin seorang Kombes dan tim berangkat ke Polda Sulsel,” kata Kadiv Humas Polri Inspektur Jenderal Argo Yuwono dalam keterangannya, Sabtu, (9/10/2021).

Tim asistensi akan bekerja dengan profesional, bila menemukan bukti baru, jelas Argo, polisi akan membuka kembali penyelidikan kasus ini. Kasus pemerkosaan di Luwu Timur, sebelumnya menjadi perbincangan di media sosial. Korban perkosaan diduga adalah tiga anak. Adapun pelakunya diduga mantan suami ibu korban yang bekerja sebagai aparatur sipil negara.

Ibu korban membuat laporan ke Polres Luwu Timur pada Oktober 2019. Penyidik di Polres Luwu Timur pun melakukan rangkaian penyelidikan berdasarkan laporan tersebut. Namun dalam perjalanannya, Polres Luwu Timur malah menghentikan penyelidikan kasus pemerkosaan karena disebut kurang bukti.

Editor: Panji Putra Pradana