22.4 C
Indonesia
Sabtu, Juli 2, 2022

Rohidin Mersyah: Seputih Tulang, Jangan ‘Sangi Tumangka’

Telisik.co, Kota Bengkulu – “Naik tebing betungkat suluh, ibang gemibang daun nangke, bada jauh jangan diseding, tunggal di bulan ui anak mate” sebait rejungan yang dimainkan Ibu Erni warga Manau Sembilan, Kaur menjadi penutup acara Pelantikan Keluarga Seluma Manna Kaur (IKA SeMaKu) periode 2022-2022. Nampak tamu undangan yang mayoritas warga Semaku berkaca-kaca melihat penampilan Ibu Erni yang memadukan rejungan (musikalisasi pantun) dengan gitar tunggalnya. Beruntung celotehan Ita Jamil yang memandu acara menahannya dengan kalimat ala stan up, Sabtu, (19/02/2022)

Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah yang didaulat menyampaikan sambutan mengawali dengan kalimat Seputih Tulang dan ‘Jangan Sangi Tumangka’ yang berarti rasa kebersamaan. Ia merunut sejarah Semaku yang sangat dinamis namun tetap solid disaat momentum yang kritis. Spirit warga Semaku merupakan identitas yang tidak untuk dibanggakan namun harus bersemanyam dalam jiwa warga Semaku.

Dikatakan Rohidin, Semaku terdiri dari 3 Kabupaten, Seluma, Bengkulu Selatan, Kaur. Ketiganya memiliki suku dan bahasa yang beragam. Kaur memiliki 2 bahasa besar dengan culture yang jauh berbeda, Padang Guci dan Bintuhan. Bengkulu Selatan ada dua komunitas besar Serawai dengan Kedurang demikian pula dengan Seluma yang bersemayam warga Maras, Talo, dan Sukaraja.

“Ibarat ring tinju, warga Semaku ini sudah melalui tahap amatir, ketika masuk gelanggang profesional ia tidak kaku, menghargai heterogonitas karena sudah ditempah di sekup yang lebih kecil. Jadi mohon maaf, ibaratnya pahit manis, asam garam sudah dirasa sesaat di kampung halaman. Jadi ia sudah biasa dengan perbedaan pendapat, opini berbeda tapi persatuannya seputih tulang dan tidak ‘Sangi Tumangka’ (rasa kebersamaan)” kata Rohidin yang dalam kapasitasnya sebagai ketua dewan pembina.

Ia berpesan agar organisasi dan perkumpulan ala komunitas baik yang berbasis kedaerahan maupun kesukuan tetap digalakan. Organisasi komunitas ini adalah identitas bukan untuk melunturkan nila-nilai kebersamaan dalam kerangka Provinsi Bengkulu dan kebangsaan. Keberadaannya harus menjadi pemacu semangat membangun untuk Bengkulu yang lebih hebat di masa depan.

“Di sini banyak undangan, ada teman-teman dari PMJB, KKSS, Jang Pat Petulai, ada pula IKM, ada banyak yang mohon maaf tidak bisa saya sebut satu persatu. Ini harus menyatu dalam kerangka kebersamaan. Tidak boleh egosentris tapi harus menjadi dinamis sebagai wadah untuk saling mengingatkan, saling mendorong, saling menasihati, gotong royong untuk kebaikan provinsi yang kita cintai ini” kata dia.

Terakhir Rohidin berharap IKA SeMaKu menjadi rumah untuk silaturahmi, wadah belajar berorganisasi, dan tempat menempah kepemimpinan sehingga kehadirannya bernilai positif. Terkait program kerja Rohidin meminta pengurus untuk tidak terburu-buru dan menyesuaikan dengan situasi kondisi di lapangan. Perbanyak aksi seperti kegiatan sosial kemasyarakatan.

“Rasanya sulit kita ingin berkumpul lintas generasi karena bermacam posisisi, profesi, dan tempat kerja dan organisasi seperti ini adalah tempat terbaik untuk dijadikan wadah silaturahmi. Kemudian kehadiran organisasi ini harus mengisi ruang-ruang kehidupan berbangsa, salah satunya tempat menempah kepimpinan. Maknanya kepemimpinan dalam arti pengaruh bukan kepemimpinan dalam arti posisi. Leadership is not about position but influence” kata Rohidin.

Selain penampilan rejungan, acara dimeriahkan dengan penampilan tari napah dari Seluma, Tari Rentak Serawai yang dibawakan tim WBP LPP dan Andik LPKA Bengkulu. Aneka UMKM dari Semaku juga turut menyemarakan. Kepengurusan IKa SeMaKu yakni Ketum Pihan Pino, Waketum Ii Sumirat Mersyah, Sekum Syafriandi, Bendum Billy Dwitara Sunardi.

Editor: Panji Putra Pradana

 

 

Latest news
Related news