PRSI

Pengurus PRSi Provinsi Bengkulu, Foto: Dok

Telisik.co, Bengkulu – Ketua Umum Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) Bengkulu, Erna Sari Dewi menyayangkan langkah KONI Bengkulu yang melapas salah seorang atlet renang berprestasi bernama Sofie untuk diikutkan sebagi kontingen Bengkulu pada PON Papua 2021. Sofie merupakan atlet yang telah berjuang untuk Bengkulu sejak Porwil 2019 yang lalu. Ia mempersembahkan 3 mendali emas di ajang itu.

“Saya sebagai ketua PRSI mememinta agar pihak KONI segera berkomunikasi kepada pelatih ataupun sofi atlit renang Bengkulu, agar kiranya masih tetap mau membela Bengkulu pada PON Papua nanti dan membatalkan pengunduran dirinya. Dengan harapan ini nantinya atlit renang kita ini juga ikut menyumbangkan medali untuk bengkulu pada PON Papua nanti” ungkap dia, Salasa, (15/7/2021).

Erna juga meminta agar KONI selalu berkomunikasi dan berkoordinasi kepada Pengprov PRSI sebagi anggota KONI dalam mengambil keputusan terutama menyangkut atlit dan lainnya.

“Untuk atlit sofie ini, pengprov tidak pernah di ajak berdiskusi semuanya KONI langsung mengambil keputusan tanpa melibatkan pengprov PRSI. Kemunduran atlit renang ini, PRSI tidak diberitahu malah kita tahunya dari orang lain karna KONI tidak pernah mengajak pengprov PRSI untuk duduk bersama mencari jalan atau solusinya” ungkap Erna.

Bukan hanya Sofie, Erna meminta KONI Bengkulu dan pemerinta Provinsai Bengkulu tetap mengirimkan atlit- atlit yang telah dinyatakan lolos ke PON Papua, yang mana menurut informasi ada 52 atlit yang keberangkatannya dibatalkan dari berbagai cabor.

Erna berharap agar atlit yang berprestasi dan betpotensi selurunhya diberangkatkan dan tidak tebang pilih dalam dalam memilih atlit yang sudah lolos untuk diberangkatkan ke PON Papua.

“Saya mohon kepada pak gubernur agar atlit yang sudah lolos ini agar diberangkatkan. Kalau kemudian permasalaanya anggaran ya kembalikan lagi kepada gubernur ini terkait kepada upaya. Saya yakin pasti ada keinginan gubernur itu membela mereka karena mereka itu sudah menghabiskan waktu untuk mencari masa depanya dan juga perlu diperhatikan kekecewaan dari orang tuanya” kata Ketum Erna Sari Dewi. [Panji]