Telisik.co, Bengkulu – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Bengkulu soroti tuntutan warga Penanding Kabupaten Bengkulu Tengah yang meminta perbaiki jalan mereka yang ikut rusak akibat pembangunan jalan Tol Bengkulu-Lubuk Linggau oleh PT. Hutama Karya Infrastruktur (HKI).

Dengan adanya tuntutan warga tersebut, agar PT. HKI segera tindaklanjuti. Hal ini dikatakan Anggota Komisi III DPRD Provinsi Bengkulu, Edwar Samsi, S.Ip, MM, pihaknya cukup terkejut ketika mendengar bahwa pembangunan jalan Tol ini sampai menuai protes warga.

Mengingat sepengetahuan pihaknya dalam pembangunan jalan Tol itu, sejauh ini berjalan lancar dan diklaim mendapat dukungan dari semua pihak. Terlebih lagi waktu kunjungan pihaknya ke PT. HKi, mengaku paling enak pembangunan jalan Tol di Bengkulu, yang tentunya itu tidak lepas dari dukungan warga.

“Jangan juga mentang-mentang merasa keenakan, PT. HKI selaku kontraktor pembangunan jalan Tol semena-mena terhadap kepentingan warga dan tuntutan itu harus dipenuhi,” kata politisi PDIP ini, Senin (12/7/2021).

Edwar berpendapat, desakan pihaknya itu karena menyangkut fasilitas umum seperti jalan. Apalagi jalan itu merupakan kebutuhan warga, yang semata-mata untuk kelancaran akses transportasi sehari-hari. Sementara jalan Tol itu, belum tentu bermanfaat bagi warga secara langsung.

“Oleh karena itu, alasan lain kenapa tuntutan-tuntutan tersebut harus segera ditindaklanjuti. Pasalnya jangan sampai kedepan malah menimbulkan polemik baru. Masalah itu bisa saja menjadi bom waktu. Bagaimana tidak, tuntutan yang lama belum terpenuhi secara keseluruhan, malah muncul polemik baru,” tegasnya.

Untuk lebih lanjut lagi ditambahkanya, terkait dengan nilai ganti rugi, memang ini kewenangan Badan Pertanahan Nasional (BPN), tetapi hendaknya PT. HKI tidak lepas tangan begitu saja.

“Apa salahnya turut memafasilitasi warga dengan BPN. Pasalnya bagaimanapun tuntutan warga itu merupakan dampak dari pembangunan jalan Tol. Kita minta PT HKI turut proaktif soal ganti rugi lahan tersebut,” kata Edwar.

Sebelumnya, warga desa Penanding Kecamatan Karang Tinggi Kabupaten Bengkulu Tengah menggelar aksi demontrasi terhadap PT. HKI. Aksi itu lantaran beberapa tuntutan warga seperti kerusakan jalan kabupaten dan PNPM desa yang diakibatkan aktifitas pembangunan jalan Tol belum diperbaiki, dan sejumlah tutuntan lainya.

Sementara itu pasca dilakukanya mediasi, Koordinator Humas PT. HKi, Chandra Irawan, S.Sos menyampaikan, bakal menindaklanjuti tuntutan warga. Hanya saja untuk nilai ganti rugi lahan yang digunakan dalam proyek jalan TOL, merupakan kewenangan BPN dan PPK Lahan. Dengan kata lain bukan tanggungjawab pihaknya selaku kontraktor proyek jalan TOL.

“Soal perbaikan kerusakan jalan, khusus untuk jalan kabupaten kita sudah mendapatkan izin resmi dari instansi terkait dalam hal ini Dinas PU Bengkulu Tengah, dan telah berkoordinasi dengan Kades Penanding. Selama penggunaan jalan kabupaten di desa Penanding, kita mengakui terdapat kerusakan jalan akibat mobilisasi alat berat dan supply material,” jelas Chandra. [Panji]