Telisik.co, Bengkulu – Dengan masih banyaknya keluhan masalah kasus dugaan pungutan liar (pungli) pada kegiatan Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Bidang Pendidikan di lingkungan Dinas Pendidikan (Dikbud) Kabupaten Lebong Tahun Anggaran (TA) 2020, statusnya saat ini sudah naik menjadi penyidikan, Rabu (6/10/2021).

Di ungkapkan Direktur Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Bengkulu, Kombes Pol Teddy Suhendyawan mengatakan, saat ini proses penyidikan tersebut telah melalui beberapa tahapan diantaranya telah dilakukan pemeriksaan terhadap para saksi-saksi. Seperti kepala sekolah dan beberapa pejabat wewenang di lingkungan Dikbud Lebong.

Saat ini pihaknya masih memproses laporan dugaan korupsi tersebut. Saat ini pihaknya mengarahkan kasus tersebut pada dugaan pungli.

“Kami hanya fokus ke punglinya bahkan saat ini laporan tersebut sudah masuk ke tahap penyidikan,” kata Kombes Pol Teddy.

Kombes Pol Teddy menambahkan, jika tidak juga hadir memenuhi panggilan Penyidik, pihaknya akan jemput paksa Kadis Dikbud Lebong. Sebelum hal itu dilakukan, penyidik dalam waktu dekat ini akan segera melayangkan panggilan untuk ketiga kalinya pada Kadis Dikbud Lebong guna dimintai keterangan lebih lanjut.

“Kepala Dispendik sempat mangkir pada panggilan ke 2 dengan alasan masih mengumpulkan berkas yang dibutuhkan terkait kasus ini. Jika pada panggilan ke 3 beliau masih mangkir maka kemungkinan akan kita jemput paksa,” tutur Kombes Teddy Suhendyawan Syarif.

Diketahui dugaan korupsi alokasi DAK Rp 18 M itu menyasar pada proyek rehabilitasi dan rekonstruksi 71 unit sekolah, yakni 1 unit TK, 1 unit SKB, 45 SD, dan 24 SMP. Besaran dana yang diterima sekolah bervariasi dan proyek dilaksanakan secara swakelola.

Saat dihubungi via Whatsapp dan telepon Pribadi oleh wartawan media Telisik.co, dan menanyakan apa penyebab Ia di nonaktifkan sampai saat berita ini terbit Kadisdikbud Lebong tidak mengangkat dan membalas pesan Whatsapp wartawan Telisk.co dan hanya dibacanya saja.

Pewarta: Panji Putra Pradana