8.3 C
London
Jumat, November 26, 2021

Tanah Diserobot, Saimun Tanyakan Kelanjutan Laporan

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Telisik.co, Bengkulu – Salah seorang warga Lebong mendatangi Polda Bengkulu yang lahanya diduga diserobot dan pemalsuan dokumen, hal ini dilakukan guna memastikan kembali perkembangan terhadap laporanya yang sejak 4 April 2021 lalu. Pada Selasa (9/21) siang, Samiun Damruri (47) warga Rimbo pengadang Kabupaten Lebong mempertanyakan hal ini di Sudbit Hardabangtah Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Bengkulu.

Saat di wawancarai wartawan korban memberikan keterangan bahwa, kasus penyerobotan lahan dan pemalsuan dokumen tersebut telah dilaporkannya pada 4 April 2021 lalu, namun setelah dilaporkan kasus tersebut sempat naik status ketingkat penyidikan.

Setelah kasusnya ini naik ke tingkat penyidikan, sampai saat ini kasus tersebut belum juga memiliki perkembangan.

”Saya bersama pengacara sudah melaporkan kasus tersebut pada April tahun 2021 lalu, setelah mendapat keterangan bahwa kasus ini sudah naik ketingkat penyidikan dan kasus tersebut belum ada perkembangan dan penetapan tersangka,” ujarnya

Diketahui, bahwa diduga terlapor kasus penyerobotan dan pemalsuan dokumen tersebut yaitu berinisial A-L oknum anggota polisi yang bertugas di Polres Lebong. Dalam hal ini Terlapor A-L melakukan penyerobotan lahan dan pemalsuan dokumen di salah satu lahan seluas 11 hektar yang saat ini telah dibangun tempat pemecahan batu oleh oknum anggota tersebut. Sedangkan tanah tersebut telah pelapor beli sejak tahun 1996 lalu, yanh Ia beli dengan orang tuanya sendiri.

”Setahu saya terlapor ini juga diduga melakukan pemalsuan dokumen sertifikat tanah, sedangkan saya memiliki alas hak berupa SKT dan tanah tersebut merupakan milik orang tua saya dan saya beli tahun 1996 lalu,” tambahnya.

Disisi yang sama disampaikan, kuasa hukum pelapor Anwar Saadad Yusuf menambahkan dirinya meminta kasus tersebut diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku dan segera ditetapkan tersangka, mengingat nyaris 6 bulan setelah naik penyidikan kasus tersebut tidak memiliki perkembangan.

“Saya meminta pihak kepolisian agar berprilaku netral dan segera menetapkan tersangka, mengingat kasus ini sudah nyaris 6 bulan setelah naik ke penyidikan dan tidak memiliki perkembangan,” pungkasnya.

Pewarta: Panji Putra Pradana

Latest news
Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here