Zainal Saat Diwawancara

Telisik.co, Bengkulu – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Bengkulu mennaggapi aksi yang dilakukan atlit sepak bola Bengkulu yang gagal berangkat di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021 yang akan digelar pada tanggal 2-15 Oktober 2021 yang akan datang.

Hal ini di jelaskan Zainal Anggota DPRD Komisi 4 yang mana kegagalan berangkat atlit ini dikarenakan biaya yang kurang. Dan hal ini mereka serahkan ke KONI untuk menyusun penggunaan daripada anggaran bantuan dari pemerintah daerah sebesar 4 Miliyar.

“Nah dari 4 Miliyar ini semula kita memperkirakan bahwa biaya perencanaan daripada PON. Ternyata tidak semuanya 4 miliyar itu digunakan dari pada PON, karena disana ada yaitu biaya Pelatihan Daerah (Platda), ada biaya Sekertariat, dan ada juga biaya seragam Platda, serta ada juga biaya rakrer,” papar Zaianal, Senin (28/6/2021).

Zainal mengartikan dalam anggaran 4 miliyar ini kurang kalau digunakan untuk pelaksanaan PON. Jadi kalau dilihat kecilnya anggaran tersebut, artinya sekarang itu pihak KONI mempunyai andil kebijakan untuk tidak memberangkatkan atlit sepak bola dan juga atlit renang.

“Kita juga pernah menyampaikan kepada Dispora bahwa yang diberangkatkan itu kira-kira yang mendapat perioritas untuk meraih medali, ya kalau bisa Mas!!!, kalau tidak bisa berarti medali yang lainnya,” ungkapnya.

Kalau untuk anggaran bagi tim beregu atau kelompok contohnya sepak bola memang sangat tidak memungkinkan itu untuk diberangkatkan karena banyak jumlah orangnya.

“Nah tetapi kalau untuk renang sendiri memang memungkinkan bisa diberangkatkan tetapi untuk masuk perioritas perolehan medali atau tidak. Karena yang kita harapkan itu dengan anggaran sedikit mereka bisa memberangkatkan atlit-atlit yang bisa diperioritaskan untuk meraih medali,” pungkas zainal. [Panji]