Gubernur Bengkul Rohidin Mersyah dan istri saat menari Andun, Foto: Dok:FB/Gusnan Mulyadi

Telisik.co, Bengkulu – Kabupaten Bengkulu Selatan kembali menjadi peserta dalam ajang Anugerah Pesona Indonesia (API) 2021. Pada penyelenggaraan kali ini diikuti sebanyak 136 daerah Kabupaten/kota yang juga mewakili 28 provinsi.

Menariknya, dalam even tersebut Kabupaten Bengkulu Selatan masuk dalam dua kategori dari 18 kategori pemilihan. Salah satunya Tari Andun untuk kategori Atraksi Budaya. Selain Tari Andun, Kue Tat dari Bengkulu Selatan juga masuk dalam nominasi untuk kategori Makanan Tradisional.

“Ya, kita masuk dalam dua kategori. Kalau sebelumnya cuma masuk satu yakni pendap untuk kategori makanan tradisional dan menjadi juara III nasional” kata Kepala Dinas Pariwisata Bengkulu Selatan, Yulian Fauzi.

Dikatakan Yulian, dukungan dimulai pada 1 Juli sampai 31 Oktober 2021. Dukungan disampaikan melalui IG @ayojalanjalanindonesia, youtube APIaward dan SMS premium.

Untuk SMS premium dapat dilakukan dengan cara mengirimkan SMS ke 99386 dengan tarif sekali SMS sebesar Rp.2.200 berlaku untuk semua provider. Untuk memberikan dukungan SMS Tari Andun caranya ketik API 13E juga dikirim ke 99386. Sedangkan untuk katagori Kue Tat caranya kirim SMS dengan format tulisan API 1G dan kirim ke 99386.

“Kami harap masyarakat Bengkulu Selatan memberikan dukungan agar kita menjadi juara pertama pada pemilihan nanti” harap Yulian.

Tari Andung merupakan tarian rakyat yang berasal dari Bengkulu Selatan (suku serawai). Tarian adat yang kerap digelar saat pesta perkawinan. Tarian ini biasanya dilakukan oleh para bujang dan gadis secara berpasangan pada malam hari dengan diringi musik kolintang. Pada zaman dahulu, tari ini biasanya digunakan sebagai sarana mencari jodoh setelah selesai panen padi.

Tari Andun juga sering digelar untuk menyambut tamu serta digelar pada acara-acara yang dianggap penting seperti pesta perkawinan. Dalam pelaksanaannya, Tari Andun biasa ditarikan oleh para pemuda laki-laki dan perempuan secara berpasang-pasangan, tidak jarang juga hanya ditarikan oleh perempuan terutama yang belum menikah. [***]

Editor: Septo Adinara