Gas LPG 3 Kilogram, Foto: Dok

Telisik.co, Kota Bengkulu – Kelangkaan Liquid Petroleum Gas (LPG) 3 Kilogram bersubsidi sepekan terakhir membuat masyarakat khususnya warga Kota Bengkulu kian meradang. Puncak kekesalan tersebut terjadi saat PT. Pertamina Patra Niaga sebelumnya sempat melakukan extra dropping atau penyaluran fakultatif sebagai upaya mengamankan stok. Hanya saja, fakta di lapangan gas berwarna hijau muda itu mala bertambah langka.

Seperti disampaikan Ketua RT 18, Kelurahan Jalan Gedang, Supratman, sampai dengan saat ini warga masih kesulitan mendapatkan LPG 3 Kg bersubsidi. Kalaupun ada, harganya cukup sangat menyiksa dan tinggi karena bisa lebih dari Rp 30 ribu per tabungnya.

“Jadi wajar ketika warga menjadi kesal, mengingat pada saat ini LPG 3 kilo sudah menjadi kebutuhan sehari-hari bagi masyarakat Kota Bengkulu,” ungkap dia, Sabtu, (18/09/2021).

Lebih lanjut disampaikan Supratman yang juga Ketua KNPI Kota Bengkulu ini bahwa, dari informasi di media yang sudah memberitakan rilis dari, PT. Pertamina Patra Niaga sebelumnya telah melakukan penyaluran fakultatif untuk amankan stok dan penyaluran LPG 3 Kg, khususnya dalam wilayah Kota Bengkulu.

“Tapi faktanya sampai dengan saat ini LPG 3 Kg sangat sulit diperoleh warga, setiap stok yang masuk tetapi jarang bisa diperoleh dengan mudah. Jadi kemana penyaluran fakultatif itu dilakukan,” tanya Iwan.

Terkait dengan kondisi ini Supratman meminta Pertamina tidak diam saja, walaupun dalam pendistribusian atau penyaluran LPG 3 Kg itu sepenuhnya kewenangan pemerintah daerah. Ia juga meminta pemerintah daerah untuk melakukan pengawasan lebih ketat lagi.

“Okelah, pemda sudah mengawasi dalam pendistribusian tapi kalau penyebabnya masih mengakibatkan stok yang disalurkan kurang dari hal yang dibutuhkan masyarakat. Jadi Pertamina bagaimana akan menanggulanginya” kata Supratman

Menurut informasi penyaluran fakultatif yang disiapkan pihak pertamina mencapai 4 persen dari alokasi normal atau sekitar 43.000 tabung untuk wilayah Kota Bengkulu. Namun, penyaluran fakultatif itu diduga tidak efektif lantaran masyarakat masih kesulitan mendapat tabung gas LPG 3 Kg.

“Dalam menjamin ketersediaan LPG 3 Kg yang langkah ini, seharusnya pihak Pertamina terus meninjau kondisi di lapangan dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan ketersediaan dan pendistribusian apakah semuanya berjalan lancar ataukah tersendat.” pungkas dia.

Editor: Panji Putra Pradana