6 C
London
Jumat, November 26, 2021

Workshop Bersama Wartawan BEI Bengkulu Sebut Investor Bengkulu Naik Secara Masif

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Telisik.co, Bengkulu – Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Provinsi Bengkulu, mengadakan Workshop Wartawan 2021 secara daring dan diikuti oleh jurnalis di Kota Bengkulu, Senin (27/9/21).

Whorshop wartawan ini setidaknya diikuti 23 wartawan dari Asosiasi Serikat Media Siber Indonesia (SMSI), Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI).

Acara ini dibuka oleh Kepala BEI Bengkulu Provinsi Bengkulu Bayu Saputra Ramadhan, dalam kesempatan ini Bayu berharap, media massa terus mendukung aktivitas pasar modal.

“Apalagi di masa pandemi COVID-19 ini, masyarakat harus diberikan informasi yang benar tentang industri pasar modal. Pembiayaan pasar modal menjadi sumber pertumbuhan ekonomi di tengah pandemi COVID-19. Pembiayaan pasar modal ini menjadi alternatif mengingat pandemi membatasi mobilitas masyarakat,” katanya.

Bayu mengaharapkan dukungan dari semua lini media massa dalam pemberitaan sehingga tingkat literasi dan inklusi masyarakat tentang pasar pasar modal.

Semakin meningkat saat ini disampaikan Bayu, kinerja dan program yang telah dan akan dilaksanakan BEI sehubungan dengan perdagangan di era pandemi COVID-19.

“Saat ini Bengkulu memiliki pertumbuhan pasar saham yang cukup signifikan terutama sangat didorong oleh investor dari kaum milenial,” ungkapnya.

Bayu menjelaskan bahwa pertumbuhan pasar modal di Indonesia hingga Agustus 2021 ini sudah sangat signifika dan cukup tinggi sampai mencapai 6.100.525 investor. Hal ini juga terjadi di Provinsi Bengkulu yang tumbuh secara masif dan terus mengalami peningkatan.

“Di Bengkulu ini sendiri sudah terjadi kenaikan nilai transaksi para investor lokal di pasar modal hingga 20% dari nilai transaksi yang tercatat pada tahun lalu yakni sebesar Rp2,3 triliun. Adapun pelaku investasinya, lanjut Bayu terdiri dari 37 persen mahasiswa, 28 persen pegawai swasta. Mayoritas investor saham 60 persen adalah laki-laki dan 74 persen adalah generasi milenial,” tegasnya.

Saat ini sambung Bayu, kaum milenial menjadi yang tertinggi dalam berinvestasi, baik secara nasional maupun ditingkat Provinsi Bengkulu. Ini tentu sangat bernilai positif bagi pertumbuhan pasar modal di Provinsi Bengkulu dan Indonesia kedepannya.

Editor: Panji Putra Pradana

Latest news
Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here